Wacana Relaksasi Pajak Nol Persen, Konsumen Tunda Beli Mobil

Kompas.com - 04/10/2020, 08:02 WIB
Ilustrasi tukar tambah mobil baru SISIlustrasi tukar tambah mobil baru
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Munculnya wacana kebijakan pajak nol persen untuk mobil baru yang disampaikan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), mulai berpengaruh terhadap penjualan mobil.

Tidak sedikit calon konsumen yang memilih menunda membeli mobil, baik yang baru maupun bekas karena menunggu realisasi kebijakan tersebut.

Padahal, sampai saat ini apa yang disampaikan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita beberapa waktu lalu belum ada kepastiannya sampai saat ini.

Lalu sebaiknya masyarakat yang ingin membeli kendaraan roda empat sebaiknya menunggu pajak nol persen mobil baru atau beli sekarang?

Baca juga: Pilihan Mobil Bekas Rp 70 Jutaan di Balai Lelang, Bisa Dapat Ayla

Daddy Doxa Manurung, Presiden Direktur Ibid-Balai Lelang Serasi, mengatakan, wacana pajak nol persen memang sudah mulai berdampak pada penjualan mobil bekas di balai lelang.

Aktivitas pekerja pada proses produksi di sektor industri otomotif, Jakarta, Senin (14/9/2020).Dokumentasi Humas Kementerian Perindustrian Aktivitas pekerja pada proses produksi di sektor industri otomotif, Jakarta, Senin (14/9/2020).

“Ada penurunan sekitar 5 persen, tidak terlalu signifikan karena ada konsumen yang memilih menunda membeli mobil dulu menunggu pajak nol persen,” katanya kepada Kompas.com, Sabtu (3/10/2020).

Daddy menambahkan, wacana yang belum juga ada kepastian tersebut membuat pasar mobil, tidak hanya bekas tetapi baru juga ikut terdampak.

“Rencana jangan digantung gitu, kasihan juga marketnya berhenti karena menahan membeli mobil ini efeknya kurang bagus. Iya kalau jadi, kalau tidak jadi kan kaya PHP,” ucapnya.

Baca juga: Mobil Bekas Rp 60 Jutaan di Balai Lelang, Mulai Avanza sampai Civic

Daddy juga mengatakan, jika konsumen menunda membeli mobil sekarang bisa saja nanti harga mobil akan semakin naik. Sementara pajak nol persen yang ditunggu juga belum ada kepastiannya.

“Kalau mau dikeluarin (kebijakan) ya segera saja dikeluarin, tetapi pikirkan juga industri lainnya seperti mobil bekas. Iya kalau jadi, bagaimana kalau tidak harga mobil bisa jadi naik lagi,” katanya.

Suasana pusat penjualan mobil bekas di Jakarta PusatKompas.com/Setyo Adi Suasana pusat penjualan mobil bekas di Jakarta Pusat

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X