Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/10/2020, 10:12 WIB
Gilang Satria,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar sepeda motor bertampang retro tidak sebesar segmen lain, tapi peminatnya tetap ada. Buktinya ialah beberapa merek motor tetap membuat produk bertampang jadul.

Buat sebagian orang, guratan masa lampau merupakan tren yang tak lekang zaman. Bagi yang sudah berumur tampilan klasik dapat menjadi obat kangen, sedangkan yang muda menunjang mode.

Baca juga: Gaya Klasik Kawasaki W800 Dipermak jadi Motor Custom Flat Tracker

Berikut empat motor bertampang klasik yang dijual di Indonesia.

Kawasaki W175 diluncurkan pada event Kawasaki Bike Week (KBW) 2017 di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (18/11/2017).  Fachri Fachrudin Kawasaki W175 diluncurkan pada event Kawasaki Bike Week (KBW) 2017 di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (18/11/2017). 

1. Kawasaki W175

Kawasaki W175 pertama kali meluncur di Kawasaki Bike Week (KBW) 2017 di Ancol, Jakarta Utara.

W175 diharapkan membawa angin segar bagi Kawasaki. Tampilan yang terinspirasi kakak kandungnya, yakni W800 dan W250, menjadikan W175 dapat dikatakan tak ada pesaing.

Bukan hanya tampilannya yang jadul teknologinya pun terbilang standar. Masih pakai karburator, berpendingin udara, rem depan cakram dan belakang masih tromol.

Sesuai ekspektasi motor ini ternyata disambut cukup baik. Melihat ada celah, Kawasaki kemudian meluncurkan W175 versi cafe racer dan scrambler pada 2019.

Per September 2020, W175 dibanderol Rp 30,8 juta, W175 Cafe seharga Rp 33,8 juta, dan W175 TR seharga Rp 29,9 juta.

Yamaha XSR155 bergaya flat tracker garapan Katros GarageDok. Katros Garage Yamaha XSR155 bergaya flat tracker garapan Katros Garage

2. Yamaha XSR155

Setelah Thailand, Yamaha XSR155 meluncur di Indonesia akhir 2019 lalu. Motor bergaya retro ini dibekali dengan mesin dan sasis yang sama seperti MT-15.

Menariknya tampilan standarnya sudah seperti motor-motor custom. Hanya tinggal melakukan beberapa ubahan, XSR155 sudah bisa bertransformasi menjadi cafe racer, tracker, atau scrambler.

Didit Adityawan, builder Newspeed Garage, mengatakan, motor ini cukup mudah dipersonifikasi sesuai keinginan.

Untuk berubah jadi cafe racer, tinggal ganti setang model clubman atau clip-on. Selain itu, mengganti jok dengan model buntut tawon atau hornet.

Baca juga: 5 Motor Sport Klasik 2-Tak yang Jadi Incaran Kolektor

Untuk model tracker atau scrambler, bisa aplikasikan ban off road atau dual purpose. Selanjutnya, agar handling motor lebih baik lagi, bisa ganti dengan setang yang lebih lebar.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com