Begini Perawatan Ban Mobil Agar Selalu Optimal

Kompas.com - 22/09/2020, 18:31 WIB
Ilustrasi ban mobil KOMPAS.com/RulyIlustrasi ban mobil
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ban merupakan salah satu komponen penting pada kendaraan bermotor yang sering luput dari pengecekan, apalagi ketika jarang digunakan seperti di situasi pandemi virus corona alias Covid-19 ini.

Alhasil, tak sedikit pemilik mobil yang terkendala atas ban yang bocor atau peang saat hendak digunakan kembali. Lebih lanjut, hal ini dapat membuka potensi kecelakaan pada jangka menengahnya.

Head of After Sales & CS Operation PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Boediarto menyampaikan, guna menjaga ban tetap dalam kondisi optimal sangat mudah asalkan dilakukan secara kontinyu.

Baca juga: Tol Cipali Mulai Pakai Speed Gun, Maksimal Kecepatan 100 Kpj

Ban mobil Mitsubishi XpanderKOMPAS.com/Ruly Ban mobil Mitsubishi Xpander

“Sebagai komponen mobil yang bergerak yang secara langsung bersentuhan dengan permukaan jalan ban memiliki peranan penting dan membutuhkan pengecekan dan perawatan secara berkala," kata Boediarto dalam keterangan tertulis, Selasa (22/9/2020).

"Pengecekan dan perawatan dapat dilakukan oleh pengguna dengan melakukan pemeriksaan tekanan udara, rotasi ban, melakukan spooring dan balancing, serta mempersiapkan kondisi ban cadangan,” lanjutnya.

Pemeriksaan tekanan udara menjadi penting karena mampu membuat usia ban lebih panjang dan hemat bahan bakar. Di samping itu, jika tekanan pada ban kurang, risiko untuk mengalami pecah ban menjadi lebih besar.

Baca juga: Pemula Ingin Ikut Lelang Mobil dan Motor, Simak Tips Amannya

Ban mobil GetasKompas.com/Fathan Radityasani Ban mobil Getas

Sebab, dinding samping ban akan dipaksa selalu bersentuhan dengan jalan dan pada kahirnya menjadi aus atau tipis sehingga tidak akan kuat menahan bobot mobil.

Untuk melihat ukuran tekanan udara sesuai standar pabrikan, pemilik dapat melihat pada stiker yang biasanya terdapat pada pilar B bagian kanan pintu depan mobil, di sisi penemudi. Atau biasanya juga tersedia informasinya pada buku manual kendaraan.

"Pada jarak waktu tertentu, yaitu kelipatan 10.000 km, melakukan rotasi atau perpindahan posisi keempat ban mobil diperkukan guna tingkat keausan ban akan menyebar secara merata. Sehingga mempengaruhi kenyamanan berkendara," ujar Boediarto.

Pengecekkan ban mobilKOMPAS.com/Ruly Pengecekkan ban mobil

Selain rotasi ban, setiap kendaraan juga diharuskan melakukan pengecekan berkala melalui spooring dan balancing. Idealnya, perawatan ini dilaksanakan tiap 10.000 km bersamaan dengan rotasi ban.

Tak lupa juga turut memperhatikan kapasitas beban sesuai dengan yang dianjurkan. Pasalnya, jika kapasitas beban angkut mobil terus-menerus diabaikan sistem pengeremannya bakal terganggu.

"Terakhir periksa kembali kondisi ban cadanan. Meski fungsinya sebagai cadangan, tapi harus tetap dipastikan bahwa komponen ini akan berfungsi baik ketika hendak digunakan. Maka, penting untuk merawatnya," kata Boediarto.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X