Kopling Mobil Bermasalah Konsumsi BBM Jadi Boros, Mitos atau Fakta?

Kompas.com - 20/09/2020, 07:41 WIB
satu set perangkat kopling yang sudah mengalami kerusakan. Ghulam/Otomaniasatu set perangkat kopling yang sudah mengalami kerusakan.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Komponen kopling pada mobil transmisi manual menjadi perangkat yang wajib diperhatikan oleh setiap pemilik kendaraan.

Jika sudah merasakan gejala kopling tidak bekerja seperti biasanya atau terjadi selip sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan atau penggantian.

Pasalnya, jika komponen ini sudah bermasalah tentunya akan mengurangi kenyamanan saat dikendarai.

Hal ini disebabkan karena kopling yang selip berdampak pada power kendaraan yang semakin berkurang.

Baca juga: Ini Biaya Resmi Penerbitan STNK Baru

Melakukan penggantian komponen ini sebaiknya juga tidak perlu menunggu sampai rusak atau tidak berfungsi.

Tidak hanya kenyamanan, kerusakan pada komponen yang berfungsi meredam tenaga yang disalurkan dari mesin ke transmisi juga akan berdampak pada konsumsi bahan bakar.

Suparna, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, mengatakan, saat kopling sudah mulai aus akan membuat tenaga tidak tersalurkan dengan sempurna.

Posisi kaki kiri tengah menginjak kopling saat mengendarai mobil bertransmisi manual.Youtube/Maxresdefault Posisi kaki kiri tengah menginjak kopling saat mengendarai mobil bertransmisi manual.

Kondisi ini akan berimbas pada tingkat konsumsi BBM dan menjadi lebih boros. Hal ini disebabkan terjadinya selip kopling.

“Misalkan kampas kopling kondisinya sudah tidak 100 persen atau hanya 80 persen. Maka mesinnya akan 20 persen lebih boros dibandingkan biasanya,” ujarnya kepada Kompas.com belum lama ini.

Suparna menambahkan, idealnya perangkat kopling ini bisa digunakan hingga 80.000 kilometer. Tetapi, penggunaan komponen tersebut juga tergantung pada cara seseorang saat mengemudikan kendaraannya.

Baca juga: Catat, Ini Syarat dan Alur Urus STNK Hilang

“Ada juga yang belum mencapai jarak itu kopling sudah rusak, tapi wajarnya bisa sampai 80.000 kilometer,” ucapnya.

Suparna menyarankan, jika kendaraan sudah digunakan hingga 80.000 kilometer sebaiknya perangkat kopling dilakukan penggantian dengan yang baru.

Ilustrasi servis mobilDOK. PEXELS Ilustrasi servis mobil

“Kalau sudah menempuh jarak sejauh itu tidak juga diganti maka fungsi kopling juga tidak akan maksimal,” katanya.

Menurutnya, tidak sedikit pemilik mobil yang beranggapan bahwa kopling tidak perlu diganti selama masih bisa digunakan atau masih bisa berfungsi.

Baca juga: Saat Bayar Pajak STNK Asli Hilang, Bisa Pakai Foto Copy?

Padahal, jika kopling sudah digunakan untuk menempuh perjalanan 80.000 kilometer pastilah kondisinya juga sudah tidak bagus.

“Memang masih bisa jalan (mobilnya), tetapi kemampuan menyalurkan tenaga mesin ke transmisi sudah tidak 100 persen. Powernya juga tidak maksimal karena koplingnya sudah tipis dan pasti selip,” ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X