Ragam Kesalahan yang Kerap Dilakukan Biker Saat Hujan

Kompas.com - 14/09/2020, 18:49 WIB
Ilustrasi hujan KOMPAS/IWAN SETIAWANIlustrasi hujan

JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini di Jabodetabek dan sekitarnya sudah mulai diguyur hujan dengan intensitas tinggi bahkan kerap disertai angin.

Bagi sebagian masyarakat di kota besar, hujan akan sedikit mengganggu aktivitas, khusunya buat para pengguna sepeda motor.

Masih banyak para pengguna motor yang cuek dengan keamanan dan kenyamanan berkendara saat musim hujan. Kompas.com akan merangkum beberapa kesalahan yang kerap dilakukan para bikers saat hujan.

Baca juga: Polresta Solo Tindak Tegas Konvoi Motor di Tengah Pandemi

1. Jas hujan ponco

Untuk diketahui, jas hujan jenis ini didesain untuk pejalan kaki, bukan untuk pengendara motor.

Modelnya yang tidak tertutup semua dan rentan akan terpaan angin, membuat ponco berisiko kecelakaan saat dipakai pengendara sepeda motor.

Sudah banyak kejadian pengendara yang terjatuh akibat jas hujan ponconya tersangkut di gir atau kendaraan lain.

“Jas hujan yang ideal sebaiknya tidak menghambat gerak tangan, kaki, kepala, hingga seluruh tubuh ketika bersepeda motor. Model yang menjadi pilihan tentu saja jas hujan yang terdiri atas bagian celana dan jaket (two piece), bukan ponco,” ujar Koordinator Jarak Aman, Edo Rusyanto, kepada Kompas.com belum lama ini.

2. Berteduh sembarang tempat

Pemotor berteduh di fly over Foto: Humas Polda Metro Jaya Pemotor berteduh di fly over

Terkena panas dan air hujan merupakan risiko lumrah saat berkendara dengan sepeda motor, untuk itu kita harus menyiapkan segala sesuatu agar tetap aman dan nyaman di jalan.

Bagi bikers yang lupa membawa jas ujan, kerap kali memilih untuk berteduh dan menunggu ujan hingga reda. Masalahnya, lokasi tempat berteduh kerap mengganggu pengendara lain.

Hindari tempat-tempat berteduh yang bisa menimbulkan kemacetan lalu lintas, seperti di underpass, kolong flyover atau hatel bus. Tetap perhatikan rambu-rambu lalu lintas dan tidak memakan badan jalan.

3. Kecepatan kendaraan

Tidak sedikit pengendara yang justru malah menambah kecepatan kendaraannya saat hujan masih dalam katagori gerimis, alasannya tentu agar lebih cepat sampai tujuan.

Kebiasaan ini tentu berisiki kecelakaan, mengingat kecepatan motor yang bertambah. Terlebih saat mulai hujan, aspal yang banyak pasir dan sedikit basah karena air hujan, akan membuat jalanan lebih licin.

Baca juga: Begini Aturan Teknis Ojek Online Saat PSBB Ketat

4. Sepatu

Saat hujan, tidak jarang bikers yang lebih memilik menggunakan sandal dan menyimpan sepatunya. Bahkan ada yang lebih ekstrem, yaitu menyimpan sepatu di bagasi motor dan mereka nyeker atau tanpa alas kaki.

Sepatu merupakan piranti wajib saat naik motor, untuk menghindari risiko cedera para apabila terjadi kecelakaan. Sudah banyak dijual sepatu yang tahan air namun juga modis dipakai dan tetap aman digunakan saat hujan.

5. Helm

Ilustrasi berkendara musim hujan Ilustrasi berkendara musim hujan

Helm yang berembun saat hujan, diakibatkan oleh embusan nafas dan perbedaan suhu udara di dalam bagian helm dan luar helm. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan sebab bisa mengganggu visibilitas.

Untuk pengguna helm full face, cukup buka sedikit bagian visor dan biarkan udara dari luar masuk untuk menghilangkan uap di visor.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X