Rossi Setuju MotoGP Pakai Komunikasi Radio Seperti F1

Kompas.com - 13/09/2020, 08:21 WIB
Valentino Rossi saat berlaga di MotoGP Misano. (Photo by ANDREAS SOLARO / AFP) ANDREAS SOLAROValentino Rossi saat berlaga di MotoGP Misano. (Photo by ANDREAS SOLARO / AFP)
|

MISANO, KOMPAS.com - Valentino Rossi setuju MotoGP memakai komunikasi radio. Wacana pebalap bisa berkomunikasi dengan tim menggunakan radio seperti Formula 1 merupakan ide yang bagus.

"Saya menyukainya. Bagi saya, itu bagus. Karena memang benar saya adalah pebalap jadul, tapi kadang saya juga balapan mobil, dan di mobil semua orang berkomunikasi dengan pit box. Bagi saya, itu akan menjadi langkah maju yang bagus untuk MotoGP," katanya mengutip Crash.net, Sabtu (13/9/2020).

Buat sebagian kalangan, penggunaan radio di MotoGP dikhawatirkan bakal membuat balapan jadi kurang menarik. Sebab nantinya tim bakal punya otoritas lebih mengatur apa yang harus dilakukan pebalap.

Baca juga: Perhatikan Ini Jika Beli Dcab Bekas Pakai di Medan Tambang

Valentino Rossi saat latihan bebas di MotoGP Austria 2020Yamahamotogp Valentino Rossi saat latihan bebas di MotoGP Austria 2020

Alhasil MotoGP yang selama ini disukai karena balapannya lebih agresif bakal hilang atau setidaknya berkurang. Balapan akan lebih tertata seperti F1 karena pebalap diatur tim.

Namun Rossi menegaskan komunikasi radio adalah bagian yang 'menyenangkan dan menarik' yang ada di F1, dan jika hal itu kemudian diterapkan di MotoGP pun tidak akan mengubah DNA balapan.

"Menurut saya, kekuatan MotoGP dibandingkan dengan F1 adalah balapannya lebih menyenangkan karena pertarungannya lebih kuat. F1 adalah motorsport teratas di dunia, performa mobilnya luar biasa. Tapi kadang balapannya membosankan, tapi bukan karena komunikasi radio, saya kira," kata Rossi.

"Di F1 kami mendengar banyak komunikasi radio karena lucu, dan menarik, dan karena selama balapan Anda memiliki banyak lap ketika tidak terjadi apa-apa," katanya.

“Tapi menurut saya MotoGP tidak lebih menyenangkan karena tidak ada komunikasi radio," katanya.

Baca juga: Mengendarai Sepeda Motor Saat PSBB, Lebih Baik Pakai Helm Full Face

Pebalap Red Bull Belanda Max Verstappen merayakan kemenangan F1 HUT ke-70 Grand Prix di Silverstone pada 9 Agustus 2020 di Northampton. - Perlombaan memperingati 70 tahun perlombaan kejuaraan dunia perdana, yang diadakan di Silverstone pada tahun 1950.AFP/BEN STANSALL Pebalap Red Bull Belanda Max Verstappen merayakan kemenangan F1 HUT ke-70 Grand Prix di Silverstone pada 9 Agustus 2020 di Northampton. - Perlombaan memperingati 70 tahun perlombaan kejuaraan dunia perdana, yang diadakan di Silverstone pada tahun 1950.

"Jadi bagi saya, kami adalah level teratas dalam balapan motor, dan komunikasi dengan (pit) box akan meningkatkan level kami. Saya pikir kami bisa mengembangkannya saat latihan, saat Anda lambat Anda bisa berbicara dengan pit, mirip balapan mobil," katanya.

"Bagi saya ini menarik. Itu tidak akan mengubah DNA balapan kami, saya kira," katanya.

Wacana MotoGP menggunakan komunikasi radio terjadi pada Jumat (11/9/2020). Test Rider Repsol Honda Stefan Bradl yang sekaligus pebalap pengganti Marc Marquez, diminta Dorna Sport memakai helm yang dilengkapi radio komunikasi.

Tujuan awal radio ini yakni agar pebalap dapat mengangkap pesan dari race direction jika ada bendera kuning atau merah. Bradl menguji soal kualitas suara dan apakah pesan yang disampaikan mengganggu konsentrasi pebalap.

Tapi Dorna juga mengonfirmasi bahwa sistem tersebut pada akhirnya bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan tim seperti di F1. Tes radio akan dilakukan secara penuh pada Selasa (15/9/2020) pekan depan.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X