Kompas.com - 11/09/2020, 17:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dunia usaha semakin hari semakin berinovasi seiring perkembangan zaman. Termasuk usaha jasa cuci mobil keliling yang mulai banyak diminati. Terutama bagi para pekerja yang tidak memiliki banyak waktu untuk pergi ke tempat cuci mobil.

Salah satunya adalah Syamsul Bachri penyandang tuna rungu yang menawarkan jasa panggilan cuci mobil.

Hal ini dilakukan Syamsul, karena ia harus terus berjuang di tengah pandemi untuk menghidupi istri dan anaknya.

Syamsul yang tinggal di daerah Radio Dalam Jakarta Selatan ini sempat menjadi mitra Go-Auto selama 4 tahun. Sebelum akhirnya pada Agustus 2020 platform online tersebut memutuskan untuk menghapus Go-Auto dari dari aplikasinya secara permanen.

Baca juga: PSBB Tahap Kedua Berlaku Pekan Depan, Ini Kata Gojek

Dilihat dari pengalamannya, keahlian Syamsul dalam mencuci mobil memang sudah tidak bisa diragukan lagi. Peralatan yang digunakan untuk cuci mobil pun terbilang lengkap, mulai dari selang, ember, shampoo khusus, hingga lap microfiber dan lap chamois ia bawa sendiri.

Pak Syamsul seorang penyandang Tuna Rungu yang bekerja sebagai tukang cuci mobil kelilingKOMPAS.com/Aprida Mega Nanda Pak Syamsul seorang penyandang Tuna Rungu yang bekerja sebagai tukang cuci mobil keliling

Tidak ketinggalan, Syamsul juga menggunakan alat penyedot debu untuk membersihkan sisi kendaraan yang berdebu.

Bahkan sela-sela doortrim, dasbor, hingga setir mobil, semua dibersihkan dari debu yang menempel.

“Sehari saya bisa mencuci mobil di tiga tempat. Hasilnya lumayan, satu mobil Rp 80.000,” ucap Pria berusia 47 tahun ini kepada Kompas.com Jumat (11/9/2020)

Baca juga: Aturan-aturan Khusus yang Ada di Bus AKAP, Jangan Bawa Durian ke Kabin

Untuk pengerjaan membutuhkan waktu kurang lebih dua sampai tiga jam tergantung dimensi kendaraan. Memang membutuhkan waktu yang lumayan lama, sebab ia melakukan semuanya seorang diri. Namun hasilnya cukup bersih seperti layaknya cuci mobil di carwash.

Mengingat dirinya memiliki keterbatasan saat berkomunikasi dengan pelanggan, Syamsul selalu menyarankan pelanggannya untuk menyediakan kertas dan pulpen untuk berkomunikasi kepadanya.

“Komunikasi saya kurang, harap dimaklumi,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.