OJK Dorong Penerapan Pembebasan Uang Muka untuk Kendaraan Listrik

Kompas.com - 07/09/2020, 19:41 WIB
Ilustrasi mobil listrik. The GuardianIlustrasi mobil listrik.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen akan mendukung program percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBL BB) yang dicanangkan pemerintah.

Pasalnya, era elektrifikasi memiliki beragam manfaat untuk kehidupan bangsa sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 terkait KBL BB.

Oleh karenanya, pihak OJK meminta perbankan nasional untuk melonggarkan aturan pinjaman atau kredit pembelian kendaraan listrik dan pinjaman bisnis bagi sektor manufaktur kendaraan ini.

Baca juga: OJK Berikan Insentif Buat industri Hulu Kendaraan Listrik

Ilustrasi pemanfaatan SPKLU di PLN menggunakan Hyundai IoniqKOMPAS.com/Ruly Ilustrasi pemanfaatan SPKLU di PLN menggunakan Hyundai Ioniq

Imbauan OJK ini telah disampaikan kepada direksi perbankan melalui surat yang dikirim Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana pada 1 September 2020.

“OJK mendorong perbankan nasional berpartisipasi untuk pencapaian program percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai,” kata Deputi Komisioner Humas dan Logistik Anto Prabowo dalam siaran persnya.

OJK mengatakan melonggarkan aturan tentang penilaian kredit dan perhitungan risiko untuk pinjaman kepada pembeli kendaraan listrik maupun kepada industri manufaktur komponen dan baterai.

Baca juga: Kemenperin Harap Aturan Kendaraan Listrik Berlaku 2021

Pengemudi melakukan pengisian daya listrik pada armada taksi E-Bluebird di Mampang, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Bluebird saat ini telah mengoperasikan armada taksi listriknya sebanyak 25 unit E-Bluebird dan 5 unit E-Silverbird. Pengoperasian ini merupakan upaya perusahaan untuk melakukan inovasi dengan merespons perkembangan teknologi kendaraan listrik sebagai armadanya.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pengemudi melakukan pengisian daya listrik pada armada taksi E-Bluebird di Mampang, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Bluebird saat ini telah mengoperasikan armada taksi listriknya sebanyak 25 unit E-Bluebird dan 5 unit E-Silverbird. Pengoperasian ini merupakan upaya perusahaan untuk melakukan inovasi dengan merespons perkembangan teknologi kendaraan listrik sebagai armadanya.

Insentif yang diberikan itu sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan (LJK), Emiten, dan Perusahaan Publik.

Sebelumnya, Usai Rapat Dewan Gubernur yang digelar Rabu lalu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya kembali menurunkan DP kredit bagi kendaraan listrik menjadi 0 persen. Ketentuan ini mulai berlaku pada 1 Oktober mendatang.

“Untuk mendukung pemberian kredit atau pembiayaan kendaraan bermotor yang berwawasan lingkungan, Bank Indonesia menurunkan Down Payment kredit kendaraan jenis tersebut dari 10 persen – 5 persen menjadi 0 persen,” papar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X