Viral Video Remaja Tertabrak Truk, Ingat Truk Butuh Jarak Mengerem

Kompas.com - 07/09/2020, 18:27 WIB
Ilustrasi polisi melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan di Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, Kamis (7/2/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DIlustrasi polisi melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan di Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, Kamis (7/2/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kejadian kecelakaan yang melibatkan truk kembali terjadi. Kali ini bukan karena masalah ODOL (over dimension over load), melainkan karena sebuah truk melindas seseorang yang berusaha memberhentikan di jalan.

Kejadian yang baru-baru ini terekam kamera CCTV ini viral di media sosial. Berdasarkan video yang tersebar itu, gerombolan remaja terlihat berusaha menyetop truk untuk menumpang.

Saat berdiri di badan jalan, seorang remaja tampak terseret dan terlindas, karena truk tak bisa berhenti dengan cepat.

Baca juga: Rumors Generasi Baru Avanza-Xenia Akan Meluncur 2021

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

Kecelakaan di bantar gebang bekasi

Sebuah kiriman dibagikan oleh Dash Cam Owners Indonesia (@dashcam_owners_indonesia) pada 5 Sep 2020 jam 9:36 PDT

Remaja tersebut terlihat langsung dibawa oleh rekan-rekannya. Sementara di belakang truk terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan beberapa kendaraan.

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan, kendaraan bertonase berat butuh waktu dan jarak aman untuk berhenti.

Sehingga kejadian tersebut sebetulnya mustahil untuk dihindari. Orang-orang dan pengguna jalan harus memahami hal ini.

Baca juga: Pemula Belajar Mobil, Lebih Baik Pakai Transmisi Matik atau Manual?

Sejumlah kendaraan melintas ruas jalan Cugenang Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Mulai hari ini, Kamis (30/05/2019) ruas jalan nasional itu tertutup untuk kendaraan berat.KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Sejumlah kendaraan melintas ruas jalan Cugenang Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Mulai hari ini, Kamis (30/05/2019) ruas jalan nasional itu tertutup untuk kendaraan berat.

“Ini miris banget, banya orang yang nekat dan merasa kalau mereka berdiri di depan kendaraan, kendaraan tersebut bisa berhenti seketika,” ujar Sony, kepada Kompas.com (7/9/2020).

Truk itu butuh waktu berhenti yang lebih panjang dibandingkan mobil kecil, belum lagi apabila ada muatan. Jangan pernah meremehkan kendaraan besar, sebaiknya jaga jarak aman,” katanya.

Sony menyarankan kepada para pengemudi untuk selalu peduli dengan kondisi sekitar. Jika terlihat ada gerombolan orang yang berada di badan jalan atau berusaha menyeberang, sebaiknya kasih tanda agar mereka tahu posisi kita.

Baca juga: Apa Bedanya Aki Soak dengan Kurang Setrum?

Ilustrasi rem mendadak.whichcar.com.au Ilustrasi rem mendadak.

“Dalam hal ini pengemudi juga jadi ketiban masalah, gara-gara orang-orang tersebut kan beban dia mengontrol truk jadi bertambah,” ucap Sony.

“Memang sebenarnya driver sudah harus mengurangi kecepatan, tapi enggak bisa juga kalau orang tersebut ke tengah jalan untuk menyetop truk untuk berhenti seketika,” tutur Sony.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X