MPV Bekas Taksi, Alphard Hanya Rp 200 Jutaan

Kompas.com - 07/09/2020, 13:41 WIB
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil bekas jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) atau mobil serbaguna menjadi salah satu tipe mobil yang banyak diminati sekarang ini.

Salah satu alasannya adalah kendaraan roda empat dengan model ini bisa difungsikan sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

Harga mobil bekas MPV di pasaran cukup beragam. Pembeli bisa mencari referensi di berbagai showroom atau pun di situs jual beli online.

Tetapi, ada juga satu alternatif untuk membeli mobil bekas dengan harga bersaing yakni mobil bekas taksi.

Tidak bisa dipungkiri, keberadaan mobil bekas taksi semakin meramaikan jual beli kendaraan roda empat.

Baca juga: Bisakah Membayar Pajak Kendaraan Sebelum Jatuh Tempo?

Mobil yang bekas dipakai untuk transportasi umum ini juga bisa menjadi alternatif lain untuk mendapatkan mobil berkualitas dengan harga yang bersaing.

Meski ada anggapan bahwa mobil eks taksi ini adalah mobil capek, bukan berarti kondisinya juga bisa dipandang sebelah mata.

Toyota Alphard Bekas TaksiStanly-Kompas.com Toyota Alphard Bekas Taksi
Mekanik melakukan pengecekan Start Diagnostic pada Mercy bekas taksi.Stanly/Otomania Mekanik melakukan pengecekan Start Diagnostic pada Mercy bekas taksi.

Hal ini karena setiap unit yang dijual, selalu mendapatkan sentuhan perbaikan di berbagai sektor dan komponen.

Mulai dari perbaikan mesin, eksterior, interior, bagian kaki-kaki termasuk juga pengubahan dari plat nomor kuning (umum) menjadi hitam.

Tidak hanya itu, perusahaan taksi juga akan memberikan garansi atau jaminan untuk setiap unit yang dijualnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.