Turunkan Gigi Sebelum Belokan, Bukan Sebaliknya

Kompas.com - 07/09/2020, 16:00 WIB
Fino Owners Indonesia (FOI) latihan menikung di Sirkuit Gery Mang, Subang, Jawa Barat, awal Februari 2015. Fino Owners Indonesia (FOI)Fino Owners Indonesia (FOI) latihan menikung di Sirkuit Gery Mang, Subang, Jawa Barat, awal Februari 2015.
|

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbelok yang benar merupakan teknik yang harus dikuasai pengendara sepeda motor. Sebab tak jarang kecelakaan terjadi di tikungan, baik pemula sampai yang berpengalaman.

Agus Sani, Head of Safety Riding Wahana, Main Dealer motor Honda Jakarta-Tangerang, mengatakan, jika kecepatannya lumayan kencang turun gigi sebelum belok, bukan saat belok atau sesudahnya.

"Yang pertama adalah mengurangi kecepatan dengan pengereman secara bersamaan lalu turunkan persneling gigi ke gigi lebih rendah," kata Agus kepada Kompas.com, Senin (7/9/2020).

Baca juga: Jelang Peluncuran Yaris Facelift, Harga Yaris Lama Masih Stabil

Yamaha Mio Z semakin stabil saat dipakai menikung dengan kecepatan tinggi.Istimewa Yamaha Mio Z semakin stabil saat dipakai menikung dengan kecepatan tinggi.

Selanjutnya kata Agus, postur badan lurus dengan motor dan kepala tetap tegak, pandangan melihat ke arah yang dituju.

"Jangan menggunakan rem depan secara mendadak jika kondisi sepeda motor dalam keadaan miring," katanya.

Agus mengatakan, selama postur pengendara dalam gerakan yang benar maka menikung ke kanan atau ke kiri sama saja tidak ada masalah, yang penting adalah kontrol kecepatan dan bukaan gas.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengatakan, ada lima kunci penting saat menikung, yaitu Braking Point, Lane Exercises, Throttling Rhythm, Sitting Posture dan Eyes Focus.

Baca juga: 7 Skutik Bekas di Bawah Rp 5 Jutaan, Mio Sporty Cuma Rp 2 Jutaan

rumus menikung salah satunya dengan memposisikan kendaraan Outside-Inside-Outside.Marcell Kurniawan rumus menikung salah satunya dengan memposisikan kendaraan Outside-Inside-Outside.

Jusri mengatakan, seorang pengendara bisa jadi kesulitan saat menikung karena tidak konsisten dalam penerapan elemen di atas, terutama pada elemen nomor lima yaitu fokus mata atau pandangan.

"Saat berbelok sangat penting ialah tujuan mata. Pandangan mata harusnya eye level (sejajar tubuh) sehingga pandangan luas, fokus pada titiknya, dan motor akan mengikuti pandangan mata kita," kata Jusri.

Berkendara di Jalan Basah

Wuling Almaz cukup andal ketika melahap lintasan menanjak dan menikungwuling motors Wuling Almaz cukup andal ketika melahap lintasan menanjak dan menikung

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X