Mobil Lawas Bisa Pakai BBM Oktan Tinggi, Ini Syaratnya

Kompas.com - 03/09/2020, 17:02 WIB
Ilustrasi SPBU Pertamina. 
KOMPAS/HERU SRI KUMOROIlustrasi SPBU Pertamina.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Jika PT Pertamina (persero) benar akan menghilangkan bahan bakar minyak ( BBM) oktan rendah, otomatis pemilik kendaraan harus menggunakan bensin dengan oktan tinggi.

Padahal, tidak semua kendaraan memiliki kompresi yang cocok untuk dengan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi dari pertalite seperti pertamax.

Misalkan saja mobil yang selama ini menggunakan bahan bakar jenis pertalite atau premium juga harus beralih menggunakan pertamax.

Penggantian jenis bahan bakar ini tentunya tidak bisa serta merta bisa dilakukan jika memang kompresinya tidak sesuai dengan bahan bakar yang dipakai.

Bukan tidak mungkin penggantian ini akan berdampak pada mesin atau pun keawetan komponen kendaraan.

Baca juga: Bisakah Membayar Pajak Kendaraan Sebelum Jatuh Tempo?

Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor ( ADM) Bambang Supriyadi menjelaskan, pada dasarnya penggunaan oktan bahan bakar harus menyesuaikan dengan kondisi mesin, khususnya rasio kompresinya.

“Sebagai contoh rasio kompresi 1:10 ke atas paling efektif memakai bbm ron di atas 90,” ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (3/9/2020).

BBM Pertalite sudah muali tersedia di 101 SPBU Stanly/Otomania BBM Pertalite sudah muali tersedia di 101 SPBU

Tetapi, jika mobil lawas yang notabene kompresinya masih rendah tetapi dipaksa menenggak bensin dengan oktan tinggi tentunya akan berdampak pada mesin.

“Efeknya akan ada sisa bahan bakar yang tidak terbakar kemudian mengendap dan jadi kerak karbon di ruang bakar,” katanya.

Meski begitu, bukan berarti mobil lawas selamanya tidak bisa menggunakan BBM dengan oktan tinggi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X