Simulasi Cara Perhitungan Pajak Kendaraan Bermotor

Kompas.com - 01/09/2020, 17:11 WIB
Buku Pemilik Kendaraan Bermotot (BPKB) Buku Pemilik Kendaraan Bermotot (BPKB)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap pemilik kendaraan bermotor memiliki kewajiban untuk membayar pajak tiap tahunnya sesuai dengan tanggal jatuh tempo.

Besaran biaya pajak yang dikenakan kepada wajib pajak berbeda-beda, sesuai dengan nilai jual kendaraan bermotor, bobot, hingga tarif pajak progresif (kepemilikan lebih dari satu)-nya.

"Komponen yang diperhitungkan dalam pembayaran pajak ialah, dasar pengenaan pajak kendaraan bermotor sesuai Perda Nomor 2 Tahun 2015 sebagai perubahan atas Perda Nomor 8 Tahun 2010," ujar Humas Badan Pendapatan Daerah ( Bapenda) DKI Jakarta Herlina Ayu, Selasa (1/9/2020).

Baca juga: Telat Bayar Pajak Kendaraan, Ini Besaran Dendanya

 

Seorang warga memperlihatkan bukti pelunasan pajak kendaraan bermotor yang dibayar secara daring atau online dari rumah di Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (26/3/2020). Pembayaran secara online itu karena diliburkannya pembayaran secara langsung melalui Samsat untuk mencegah penularan Covid-19.ANTARA FOTO/SENO Seorang warga memperlihatkan bukti pelunasan pajak kendaraan bermotor yang dibayar secara daring atau online dari rumah di Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (26/3/2020). Pembayaran secara online itu karena diliburkannya pembayaran secara langsung melalui Samsat untuk mencegah penularan Covid-19.

"Itu terdiri atas NJKB dan bobot yang mencerminkan secara relatif tingkat kerusakan jalan dan/atau pencemaran lingkungan akibat penggunaan kendaraan bermotor," lanjutnya.

Kemudian, ditambah oleh tarif sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ) sebesar Rp 143.000 untuk mobil dan Rp 35.000 bagi sepeda motor.

Untuk simulasi perhitungannya, sebagai contoh kendaraan yang mau dibayarkan pajaknya adalah motor Kawasaki Ninja 250SL dengan Nilai Jual Kendaraan Bermotor Rp. 32.800.000.

Motor tersebut merupakan kepemilikan kedua dengan bobot koefisien ialah satu (disesuaikan dengan jenis kendaraannya). Maka, perhitungan pajaknya adalah:

Baca juga: Begini Cara Menghitung Pajak Progresif Kendaraan Wilayah DKI

 

Razia penunggak pajak kendaraan bermotor di Jakarta Timur, Rabu (25/7/2018)KOMPAS.com/ STANLY RAVEL Razia penunggak pajak kendaraan bermotor di Jakarta Timur, Rabu (25/7/2018)

Pajak Kendaraan Bermotor 2,5 persen x 1 x 32.800.000 = Rp 820.000

SWDKLLJ = Rp 35.000

Total Yang Harus Dibayar = Rp 855.000

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X