Jangan Norak, Begini Etika Membunyikan Klakson di Jalan Raya

Kompas.com - 27/08/2020, 15:12 WIB
Dipak Das, seorang pengemudi asal Kolkata, India, sudah 18 tahun tak pernah membunyikan klakson mobilnya. Oddity CentralDipak Das, seorang pengemudi asal Kolkata, India, sudah 18 tahun tak pernah membunyikan klakson mobilnya.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebagai alat komunikasi antar kendaraan di jalan, klakson tidak boleh sembarangan dibunyikan. Klakson yang digunakan secara berlebihan dapat memancing emosi dan menimbulkan konflik di jalan.

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan, pengemudi sebaiknya tetap menggunakan klakson standar pabrik ketimbang menggantinya dengan klakson aftermarket.

“Sebaiknya pakai standar pabrik, karena modifikasi dengan suara yang lebih keras justru dapat mengganggu,” ucap Sony, kepada Kompas.com (26/8/2020).

Baca juga: Bus Tronton Bermanuver dengan Ban Belakang Ikut Berputar

Klakson Telolet yang dijual di pusat belanja online.istimewa Klakson Telolet yang dijual di pusat belanja online.

Sony juga mengingatkan para pengemudi agar membunyikan klakson pada saat-saat penting saja. Pasalnya banyak orang di jalan ingin mendapatkan prioritas dengan terus-terusan memencet klakson.

“Kalau sebentar-sebentar klakson, bikin orang keder. Dalam aturannya membunyikan klakson hanya saat-saat penting saja,” katanya.

Sementara itu Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengatakan, pengemudi harus bisa berempati kepada pengguna jalan lain dengan tidak asal membunyikan klakson.

Baca juga: Karoseri Mulai Kurangi Modifikasi Sasis Bus

Klakson jadi salah satu pemicu emosi di jalan.Febri Ardani Klakson jadi salah satu pemicu emosi di jalan.

Walaupun klakson berfungsi untuk mengingatkan pengendara lain. Namun penggunaannya harus sopan.

Bunyikan klakson hanya sekali. Bila pengendara lain yang diperingatkan belum juga sadar, klakson boleh dibunyikan dua kali.

“Tapi jangan dibunyikan terus-menerus. Bunyi klakson juga jangan diubah-ubah. Biarkan sesuai standar bawaan pabrik,” ujar Jusri, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X