Posisi Duduk yang Aman untuk Pembonceng Sepeda Motor

Kompas.com - 18/08/2020, 18:22 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama istri terlihat mesra saat menaiki motor berboncengan bersosialisasi di beberapa daerah wilayah Priangan Timur, Jabar, Minggu (5/7/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAGubernur Jabar Ridwan Kamil bersama istri terlihat mesra saat menaiki motor berboncengan bersosialisasi di beberapa daerah wilayah Priangan Timur, Jabar, Minggu (5/7/2020).
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Posisi pembonceng cukup krusial saat naik sepeda motor. Posisi yang ideal ialah penumpang belakang menghadap ke depan dan duduk rapat dengan pengendara.

Tapi nyatanya hal ini mungkin sulit dilakukan jika pengendara dan penumpangnya lawan jenis. Pembonceng perempuan bisa risih jika duduk rapat dengan laki-laki, apalagi yang bukan pasangannya.

Belum lagi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 menganjurkan setiap orang menjaga jarak. Sehingga duduk rapat terkesan jadi kontradiktif antara safety riding dan kesehatan.

Baca juga: Toyota Fortuner Pimpin Pasar Mobil Juli 2020, Xpander Kalahkan Avanza

Warga menggunakan jasa penyeberangan perahu kayu eretan untuk menyebrang Kali Cegak di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (12/2/2019). Satu kali penyeberangan pengendara motor harus membayar tarif Rp 2.000, jika berboncengan tarifnya Rp 3.000. Sedangkan bagi pejalan kaki, sepeda, dan gerobak kecil dikenai tarif Rp 1.000.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Warga menggunakan jasa penyeberangan perahu kayu eretan untuk menyebrang Kali Cegak di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (12/2/2019). Satu kali penyeberangan pengendara motor harus membayar tarif Rp 2.000, jika berboncengan tarifnya Rp 3.000. Sedangkan bagi pejalan kaki, sepeda, dan gerobak kecil dikenai tarif Rp 1.000.

Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, bila harus membonceng, caranya bisa dengan menempelkan kedua lutut ke bagian pinggang pengendara.

"Mungkin risih karena bukan pasangan. Terus bagaimana, caranya kedua bagian dengkul harus membekap pinggul pengemudi. Jepitkan,” kata Jusri kepada Kompas.com, belum lama ini.

Dengan cara sederhana itu, lanjut Jusri, bisa menggantikan posisi rapat yang disarankan dalam posisi berkendara yang baik dan benar. 

Keduanya berboncengan sepeda motor sesampainya di seberang jalan.LEXI RAMBADETA Keduanya berboncengan sepeda motor sesampainya di seberang jalan.

Baca juga: Ingat, Jangan Duduk Menyamping Saat Boncengan di Motor

Jusri mengatakan, dari kacamata ajaran keselamatan berkendara, bagaimanapun posisi pembonceng memang sangat penting sebab tugas penumpang ialah menyelaraskan gerakan tubuh dengan pengendara.

“Nah, posisi berkendara itu termasuk boncenger. Duduk yang paling ideal menghadap ke depan. Selain itu juga penumpang harus membekap atau memeluk pengendara, seperti menyatu,” kata Jusri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X