Hasrat Warga Indonesia Beli Mobil Baru Masih Tinggi

Kompas.com - 18/08/2020, 15:31 WIB
Ilustrasi penjualan mobil. ISTIMEWAIlustrasi penjualan mobil.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto menyatakan bahwa keinginan warga Indonesia untuk belanja kendaraan baru di tengah pandemi virus corona alias Covid-19 masih cukup tinggi.

Hal ini dapat terlihat dalam grafik pertumbuhan penjualan mobil dalam dua bulan belakangan (Juni-Juli 2020) yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo).

"Pertumbuhan di Juli memang tidak setinggi Juni yang mencapai 72 persen. Namun mengingat gejolak belakangan ini imbas pandemi, positive growth dua bulan berturut-turut merupakan sinyal yang baik," kata Henry, Senin (17/8/2020).

Baca juga: Pasar Otomotif Kembali Menggeliat di Juli 2020, Berikut Merek Terlaris

Suasana balai lelang mobil bekas Bidwin. Tercatat pertumbuhan penjualan mobil bekas melalui lelang selama 2018Bidwin Suasana balai lelang mobil bekas Bidwin. Tercatat pertumbuhan penjualan mobil bekas melalui lelang selama 2018

"Selain itu, survei kami juga menyebutkan bahwa walau daya beli masih turun tetapi keinginan warga Indonesia dalam memiliki kendaraan cukup tinggi," lanjut dia.

Belum lagi, kata Henry, tingkat kepemilikian kendaraan roda empat di Indonesia terbilang masih rendah dibandingkan negara tetangga. Sebagai contoh Malaysia yang tingkat kepemilikan mobilnya mencapai 400:1.000.

"Kemudian Thailand, 200:1000. Sedangkan kita masih 90:1000, jadi potensinya masih besar sekali," ujarnya.

Oleh karenanya, Henry yakin bahwa pasar otomotif di Indonesia akan terus tumbuh dan keluar dari kondisi pelemahan akibat pandemi.

"Harapan kami, kondisi yang terjadi kini bisa jadi pondasi untuk recovery market otomotif," tutur dia.

Baca juga: Waspada Macet, Puncak Arus Balik Liburan Belum Usai

Ilustrasi penjualan mobilStanly/KompasOtomotif Ilustrasi penjualan mobil

Untuk diketahui, penjualan mobil di dalam negeri pada Januari-Juli 2020 mencapai 286.215 unit, anjlok 49 persen dari pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya .

Adapun performa terendah saat ini terjadi pada Mei 2020 sebagai dampak dari penutupan berbagai aktivitas industri dan bisnis, tak terkecuali pabrik serta diler.

Pada periode tersebut, penjualan secara wholesales hanya mencapai angka 3.500-an unit, selisih 4.371 unit dibanding bulan sebelumnya. Sementara di sisi penjualan retail juga menukik tajam 54 persen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X