Harga Mobil Bekas Diklaim Mulai Naik Lagi, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 13/08/2020, 13:02 WIB
Seorang pedagang memasang kertas berisi spesifikasi mobil yang akan dijual di bursa mobil Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019). Setiap Minggu ratusan mobil bekas dijajakan di Bursa Mobil Sriwedari. Ari PurnomoSeorang pedagang memasang kertas berisi spesifikasi mobil yang akan dijual di bursa mobil Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019). Setiap Minggu ratusan mobil bekas dijajakan di Bursa Mobil Sriwedari.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penjualan mobil bekas diklaim sejumlah pedagang mulai menunjukkan tren kenaikan, setelah mengalami penurunan cukup signifikan di awal pandemi Covid-19.

Meningkatnya angka penjualan ini seperti yang terjadi di wilayah DKI Jakarta. Adanya penerapan aturan ganjil genap disinyalir menjadi salah satu penyebab banyaknya masyarakat membeli kendaraan roda empat seken.

Adanya peningkatan ini pun berimbas pada harga mobil yang ada di pasaran. Senior Manager Marketing Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih membenarkan adanya kenaikan penjualan mobil bekas. Hanya saja, dia tidak bisa menyebutkan secara rinci berapa persentasi kenaikan yang terjadi.

Baca juga: Mobil Bekas Harga Rp 60 Jutaan, Ini Pilihannya

“Saya tidak menyebutkan berapa persen peningkatannya, sekarang ini kami tidak main persentase,” ujarnya kepada Kompas.com belum lama ini.

Seorang pengunjung melihat deretan mobil bekas yang dipajang di bursa mobil Sriwedari, Solo, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (15/12/2019).Ari Purnomo Seorang pengunjung melihat deretan mobil bekas yang dipajang di bursa mobil Sriwedari, Solo, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (15/12/2019).

Dengan adanya peningkatan angka penjualan ini, Herjanto mengatakan, harga mobil seken pun terkerek hingga jutaan rupiah.

“Jelas harga-harga mobil juga mulai naik, yang dulunya harganya Rp 50an juta sekarang naik menjadi Rp 60an sampai Rp 70an juta,” katanya.

Tetapi, Herjanto menambahkan, untuk mobil bekas yang banyak diminati oleh calon konsumen adalah yang harganya di bawah Rp 100 juta.

Baca juga: 10 Mobil Bekas Asal Eropa dan AS Harga Rp 50 Jutaan

“Pokoknya yang harganya di bawah Rp 100 juta pasti laku, tidak peduli modelnya apa, mau SUV, MPV sedan, city car pokoknya di bawah Rp 100 juta,” tuturnya.

Bursa mobil bekas di Mall Blok M Lt. Basement, Jakarta SelatanKompas.com/Dio Bursa mobil bekas di Mall Blok M Lt. Basement, Jakarta Selatan

Sedangkan untuk mobil bekas di atas Rp 100 juta, Herjanto mengatakan, tidak ada peminatnya. Sehingga membuat keberadaan mobil seken dengan harga lebih dari Rp 100 juta tidak laku.

“Bukan sepi peminatnya, tetapi tidak laku kalau harga di atas Rp 100 juta,” katanya.

Hal yang sama diungkapkan oleh pemilik showroom mobil bekas XL AHM Autocars Hadi Cahyono.

Baca juga: 10 Mobil Bekas Harga Rp 30 Jutaan, Bisa Dapat BMW Lawas

Untuk beberapa tipe mobil memang mengalami kenaikan meskipun tidak seberapa.

“Dibandingkan dengan harga sebelum new normal sekarang sudah ada kenaikan. Tetapi kalau dibandingkan saat normal atau sebelum pandemi masih di bawahnya,” kata Hadi.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X