Begini Caranya Pemotor Menghindari Pesepeda yang Bergerombol

Kompas.com - 06/08/2020, 10:02 WIB
Sejumlah warga sedang mengayuh sepeda di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (28/6/2020). Ruas Jalan Tunjungan ramai dikunjungi pesepeda seiring meningkatnya warga bersepeda di tengah pandemi Covid-19. KOMPAS.com/GHINAN SALMANSejumlah warga sedang mengayuh sepeda di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (28/6/2020). Ruas Jalan Tunjungan ramai dikunjungi pesepeda seiring meningkatnya warga bersepeda di tengah pandemi Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tren bersepeda melonjak saat pandemi Covid-19. Banyaknya pesepeda di jalan raya kadang membuat pengendara motor ''kagok'' apalagi jika bergerombol di tengah jalan.

Johannes Lucky, Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM), mengatakan, cara paling tepat jika berhadapan dengan kondisi pesepeda yang bergerombol ialah dengan menjaga jarak aman.

Baca juga: Jangan Asal Ganti Aki dengan Kapasitas Lebih Besar

"Tak sedikit yang bergerombol dan mungkin di antarannya masih baru bersepeda. Harus diwaspadai dan pengendara motor harus memiliki jaga jarak aman," kata Lucky dalam video telekonferensi, Selasa (4/8/2020).

Anggota DPRD DIY Muh Ajrudin Akbar saat naik sepeda dari kantor DPRD DIY menuju Kabupaten KulonprogoKOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA Anggota DPRD DIY Muh Ajrudin Akbar saat naik sepeda dari kantor DPRD DIY menuju Kabupaten Kulonprogo

Setelah menjaga jarak, pengendara motor mesti memberitahukan posisinya. Caranya berbagai macam, bisa dengan memainkan lampu atau membunyikan klakson yang penting peseda tahu posisi motor.

"Pesepeda juga perlu diberitahukan dimana posisi kita. Bisa menggunakan lampu atau klakson, saat sudah memberitahukan posisi kita, kita bisa mendahului pesepeda tersebut," katanya.

Baca juga: Ciri-ciri Suspensi Mobil Mulai Butuh Perbaikan

Sejumlah mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme, konvoi dari depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, menuju Kantor LBH Jakarta di Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019). Mereka mulanya konvoi dengan berlari kecil, namun kemudian naik sepeda motor, angkot, dan metromini.KOMPAS.COM/NURSITA SARI Sejumlah mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme, konvoi dari depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, menuju Kantor LBH Jakarta di Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019). Mereka mulanya konvoi dengan berlari kecil, namun kemudian naik sepeda motor, angkot, dan metromini.

Lucky mengatakan, berkendara di malam hari juga kini mesti lebih hati-hati. Sebab tak jarang juga banyak pesepeda yang keluar malam, dan diperparah sebab ada yang tidak pakai lampu sehingga tidak terlihat.

"Apalagi ada yang tidak memasang lampu dan membuat mereka tidak terlihat, ini patut diwaspadai dan pengendara motor harus memiliki jaga jarak aman," kata Lucky.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X