Jangan Berhenti di Bahu Jalan Tol untuk Akali Ganjil Genap, Bahaya

Kompas.com - 03/08/2020, 11:42 WIB
Pengemudi menunggu berakhirnya ganjil genap di bahu jalan tol. IstimewaPengemudi menunggu berakhirnya ganjil genap di bahu jalan tol.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penerapan kembali aturan ganjil genap ( gage) di wilayah DKI Jakarta, membuat pengendara kendaraan roda empat harus memilih waktu yang tepat agar tidak melanggar.

Sesuai aturan, gage hanya berlaku pada jam-jam tertentu saja, yakni pagi mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB. Sedangkan sore hari mulai pukul 16.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB.

Adanya rentang waktu tersebut menjadi celah pemilik kendaraan untuk mengelabui aturan ganjil genap. Apalagi kebijakan ini tidak hanya diberlakukan di jalan protokol saja, tetapi juga di area keluar dan masuk gerbang tol.

Salah satunya cara yang sering dilakukan oleh pengemudi adalah menepi di bahu jalan tol sembari menunggu jam penerapan aturan berakhir.

Padahal, bahu jalan tol tidak bisa sembarangan dipakai karena hanya diperuntukkan dalam kondisi darurat saja.

Baca juga: Polisi Bakal Tindak Tegas Pengemudi yang Akali Aturan Ganjil Genap

Training Director The Real Driving Center ( RDC) Marcell Kurniawan mengatakan, fungsi bahu jalan adalah untuk berhenti saat keadaan darurat atau untuk menghindar (way out) apabila terjadi kecelakaan.

Salah satu pengendara menandatangani surat tilang karena kendaraannya terjaring operasi ganjil genap di Traffic Light Tomang Raya, Jakarta Barat, Senin (9/9/2019).Kompas.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJAR Salah satu pengendara menandatangani surat tilang karena kendaraannya terjaring operasi ganjil genap di Traffic Light Tomang Raya, Jakarta Barat, Senin (9/9/2019).

“Selain itu, bahu jalan untuk ambulance, pemadam kebakaran dan polisi untuk menjalankan tugasnya dalam kondisi darurat,” ujar Marcell kepada Kompas.com, Minggu (2/8/2020).

Marcell menambahkan, bahu jalan yang digunakan tidak semestinya akan merugikan pengguna jalan lainnya. Terlebih hanya dipakai untuk mengakali penerapan aturan gage saja.

"Bila bahu jalan dipergunakan tidak sebagaimana mestinya, maka akan merugikan pengguna jalan lain, khususnya bila ada pengguna jalan lain yang berada dalam kondisi darurat," kata Marcell.

Baca juga: Selain Jalan Protokol, 28 Gerbang Tol Ini Juga Berlakukan Ganjil Genap

Pada kesempatan berbeda, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia ( SDCI) Sony Susmana juga menyayangkan perilaku tersebut.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X