Jangan Sembarang Pilih Kampas Rem Motor, Ini Risikonya

Kompas.com - 21/07/2020, 14:42 WIB
Kampas rem asli dan imitasi bisa dibedakan dari materialnya. Pada barang palsu lebih berkilau karena banyak menggunakan bahan metal sedangkan yang asli lebih kasar. Febri Ardani/KompasOtomotifKampas rem asli dan imitasi bisa dibedakan dari materialnya. Pada barang palsu lebih berkilau karena banyak menggunakan bahan metal sedangkan yang asli lebih kasar.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Rem merupakan piranti krusial di sepeda motor. Oleh sebab itu, merawat rem atau dalam hal ini kampas rem sama juga menjaga keselamatan. Baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Di lapangan, tak jarang pemilik motor yang menggunakan kampas rem bukan asli atau kualitas KW. Alasannya beragam bisa karena lebih hemat sampai sedang tidak ada piranti yang orisinal.

Baca juga: Hindari Kebiasaan Ini Ketika Mengemudikan Mobil Transmisi Matik

Mamal Syahrudin, kepala bengkel Yamaha Mekar Motor Cibinong, mengatakan, mengapa penting menggunakan kampas rem orisinal karena berhubungan dengan keselamatan pengendara.

Kondisi kampas rem yang sudah habis. Titik putih di samping adalah tanda kampas butuh digantiOtomania/Setyo Adi Kondisi kampas rem yang sudah habis. Titik putih di samping adalah tanda kampas butuh diganti

“Ketika menggunakan kampas rem KW, efeknya yang pertama yaitu kemampuan pengereman dari motor akan berkurang atau kurang pakem. Ini berbahaya saat kondisi darurat,” ucap Mamal kepada Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Mobil Mesin Diesel Lebih Irit dari Bensin, Mitos atau Fakta?

Efek lain kata dia, kampas non orisinal bisa saja merusak piringan cakram karena bahan baku yang digunakan bisa berbeda dengan yang orisinal, bisa lebih keras atau justru lebih lembut.

“Efek yang terakhir yaitu rem akan cepat panas dan menimbulkan hilangnya daya pengereman secara terus menerus atau disebut dengan istilah fading,” katanya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X