Pelanggaran Lalu Lintas Masa PSBB Transisi Meningkat 50 Persen

Kompas.com - 14/07/2020, 09:02 WIB
Suasana kendaraan terjebak macet di Jalan Tol Cawang-Grogol, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2020). Pada hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANSuasana kendaraan terjebak macet di Jalan Tol Cawang-Grogol, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2020). Pada hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat jumlah pelanggaran lalu lintas yang terjadi pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di DKI Jakarta mengalami peningkatan hingga 50 persen.

Hal ini, sebagaimana dikatakan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar, seiring dengan meningkatnya volume kendaraan bermotor usai diberikan kelonggaran pada berbagai aktivitas di tengah pandemi virus corona alias Covid-19.

"Iya cukup tinggi karena pada masa PSBB. Masa PSBB Transisi masa adaptasi kebiasaan baru," katanya di Jakarta, Senin (13/7/2020).

Baca juga: Pemeriksaan SIKM Masih Berlaku Selama PSBB Transisi

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta, Senin (8/6/2020). Pada pekan pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi dan hari pertama dimulainya kembali aktivitas perkantoran, arus lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan. ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj. Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta, Senin (8/6/2020). Pada pekan pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi dan hari pertama dimulainya kembali aktivitas perkantoran, arus lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan.

Fahri menyebut setidaknya ada 15 jenis pelanggaran yang mengalami peningkatan, yaitu mengunakan ponsel sambil berkendara, mengendarai kendaraan di atas trotoar, melawan arus, menerobos jalur busway, dan menerobos bahu jalan.

Kemudian, pengendara sepeda motor yang masuk jalan layang non-tol (JLNT) juga mengalami peningkatan bersamaan dengan kendaraan yang melebihi kapasitas dan tidak sesuai peruntukan, melebihi batas kecepatan, tidak menggunakan helm, serta tidak melengkapi kendaraan sesuai standar.

Melihat jumlah pelanggaran yang meningkat, polisi kembali akan melakukan penindakan berupa penilangan bagi para pengendara setelah sebelumnya diberikan kelonggaran.

"Kami akan sosialisasikan kepada masyarakat, Minggu ini, secara masif agar tertib berlalu lintas dan tidak melakukan pelanggaran lalu lintas,” ujar Fahri.

Baca juga: Cegah Penyebaran Corona di Udara, Saat Naik Mobil Wajib Buka Kaca?

Kemacetan lalu lintas terjadi di Bundaran Waru atau tepatnya di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, saat hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar di Kota Pahlawan, Selasa (28/4/2020).Dok. Dishub Surabaya Kemacetan lalu lintas terjadi di Bundaran Waru atau tepatnya di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, saat hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar di Kota Pahlawan, Selasa (28/4/2020).

"Itu merupakan pelanggaran yang akan kami tindak tegas. Di luar itu sampai saat ini hanya peneguran," lanjutnya.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada masa transisi diperpanjang selama 14 hari.

PSBB masa transisi diperpanjang, terhitung sejak 3 Juli sampai 16 Juli 2020. PSBB transisi diperpanjang setelah Pemprov DKI melihat skor pada tiga unsur, yakni epidemiologi, kesehatan masyarakat, dan fasilitas publik.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X