Naik Sepeda Kini Tidak Sekadar Gowes, tetapi Mau Ada Regulasi Teknis

Kompas.com - 09/07/2020, 09:42 WIB
Warga berolah raga di kawasan JaIan Sudirman, Jakarta, Minggu (28/6/2020). Warga tetap berolah raga meski Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) ditiadakan di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin dengan alasan menghindari terjadinya kerumunan warga untuk mencegah penyebaran COVID-19 ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAWarga berolah raga di kawasan JaIan Sudirman, Jakarta, Minggu (28/6/2020). Warga tetap berolah raga meski Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) ditiadakan di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin dengan alasan menghindari terjadinya kerumunan warga untuk mencegah penyebaran COVID-19
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengklaim, regulasi teknis untuk sepeda hanya tinggal beberapa langkah lagi. Aturan tersebut diharapkan bisa menjadi panduan, termasuk acuan bagi masing-masing daerah untuk mengimplementasikannya.

Secara garis besar, ada tiga hal penting yang menjadi perhatian, mulai dari persyaratan teknis sepeda, tata cara bersepeda, dan mengenai sarana atau fasilitas pendukungnya. Diharapkan aturan ini bisa selesai secepatnya agar dapat disosialisasikan mulai Agustus mendatang.

"Kami harap Juli ini rancangan peraturan menteri sudah bisa diundangkan di Kemenkumham, jadi Agustus sudah bisa jadi guidance untuk kita semua dengan kondisi yang ada," ucap Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi dalam webinar, Selasa (7/7/2020).

Baca juga: Kemenhub Siapkan Regulasi Safety buat Pesepeda

Persyaratan teknisnya dibagi menjadi dua kategori sepeda, yakni untuk kebutuhan olahraga dan untuk umum. Keduanya akan memiliki aturan main yang berbeda ketika digunakan, yakni: :

Warga mengayuh sepedanya saat melintas di kawasan bundarah Hotel Indonesia Jakarta, Minggu (28/6/2020). Meskipun Pemprov DKI Jakarta meniadakan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, namun ribuan warga tetap berolah raga di kawasan tersebut.ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI Warga mengayuh sepedanya saat melintas di kawasan bundarah Hotel Indonesia Jakarta, Minggu (28/6/2020). Meskipun Pemprov DKI Jakarta meniadakan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, namun ribuan warga tetap berolah raga di kawasan tersebut.

- Sepeda umum diwajibkan memiliki bel, sepatbor, sistem rem, pedal, bereflektor, lampu, dan alat pemantul cahaya (disesuaikan dengan kondisi).

- Sepeda balap dan gunung yang diatur perda diwajibkan memiliki bel, sistem rem, pedal, reflektor, helm, lampu, dan alat pemantul cahaya (disesuaikan dengan kondisi).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk tata cara bersepeda berkaitan mengenai larangan dan ketentuan yang diperbolehkan. Total ada sembilan poin yang ditekankan, yakni:

- Ketentuan

a. menggunakan helm khusus sepeda untuk sepeda balap dan gunung
b. pada kondisi malam hari, pesepeda menggunakan pakaian dan/atau atribut yang dapat memantulkan cahaya
c. menggunakan alas kaki
d. memahami dan mematuhi tata cara berlalu lintas

Baca juga: Sepeda Alami Kecelakaan dengan Kendaraan Bermotor, Siapa yang Salah?

- Larangan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X