Kenapa Kaca Jadul Model Geser Masih Digunakan pada Sisi Driver Bus?

Kompas.com - 07/07/2020, 10:42 WIB
Salah seorang pengemudi bus Transjakarta koridor 13 rute Ciledug-Tendean, Abdul Chakim. KOMPAS.com/JESSI CARINA Salah seorang pengemudi bus Transjakarta koridor 13 rute Ciledug-Tendean, Abdul Chakim.

JAKARTA, KOMPAS.comBus yang beredar di Indonesia saat ini memiliki model yang beragam. Model yang dimiliki berbagai karoseri juga sudah modern mengikuti zaman. Namun ada satu bagian yang masih manual dan terkesan teknologi jadul, yaitu kaca model geser pada sisi pengemudi.

Padahal fitur power window merupakan hal yang umum berada di kendaraan kecil. Adanya fitur power window di bus bisa memudahkan pengemudi ketika ingin membayar tol. Hanya dengan menekan satu tombol, kaca bisa dibuka-tutup.

Namun sebagus apapun model bus yang ada saat ini, penggunaan kaca geser masih jadi pilihan untuk pemesan bodi bus. Apa alasan karoseri tidak memakai fitur power window pada bodi bus yang dibuat?

Baca juga: Mobil Bekas Rp 150 Jutaan, Bisa Dapat Fortuner hingga Alphard

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi melepas operasional perdana bus AKAP Tol Trans Jawa yang mengangkut pemudik ke Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Senin (27/5/2019).KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi melepas operasional perdana bus AKAP Tol Trans Jawa yang mengangkut pemudik ke Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Senin (27/5/2019).

Sales Karoseri Tentrem di Malang, Dimas Raditya mengatakan, penggunaan power window pada bodi bus harus memerhatikan biaya dan kemudahan dalam perawatannya.

“Kenapa enggak otomatis itu karena biayanya yang mahal dan tidak mudah untuk diperbaiki ketika mengalami kerusakan,” kata Dimas kepada Kompas.com, Senin (6/6/2020).

Dimas mengatakan, sebenarnya zaman dahulu, karoseri German Motor Manufacturing (GMM) pernah membuat kaca pengemudi dengan sistem engkol ada bodi Starliner. Namun pada tahun 1990-an GMM tidak lagi memproduksi bodi bus.

Baca juga: Harga SUV Murah Bekas Juli 2020, Terios Rp 95 Juta, BR-V Paling Stabil

“Tentrem dulu sempat mau buat kaca pengemudi yang dibukanya turun pada bodi Scorpion X, cuma akhirnya enggak jadi, karena faktor biaya dan perawatannya tadi,” ucap Dimas.

Bus yang merupakan kendaraan niaga, semua bagian kecil bisa diperhitungkan. Menggunakan kaca model geser bisa mengurangi biaya dan bebas perawatannya. Jadi Perusahaan Otobus (PO) tidak perlu khawatir jika ada masalah pada kaca pengemudi bus.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X