Pasang Klakson Telolet Bisa Picu Rem Bus atau Truk Blong

Kompas.com - 06/07/2020, 17:21 WIB
Warga antusias menyaksikan lomba telolet yang digelar Paguyuban Pelaku Wisata (PPW)   Jawa Tengah di The Wujil Resort & Conventions,  Jl. Soekarno-Hatta km 25,5 Ungaran, Wujil, Bergas,   Semarang, Rabu (12/7/2017). Kompas.com/ Syahrul MunirWarga antusias menyaksikan lomba telolet yang digelar Paguyuban Pelaku Wisata (PPW) Jawa Tengah di The Wujil Resort & Conventions, Jl. Soekarno-Hatta km 25,5 Ungaran, Wujil, Bergas, Semarang, Rabu (12/7/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com – Modifikasi klakson telolet sering dilakukan pada kendaraan niaga seperti truk ataupun bus. Klakson telolet ini bahkan sempat menjadi tren beberapa tahun lalu. Namun memasang klakson ini juga bisa memice rem blong.

Klakson telolet menggunakan udara pada tabung udara yang juga berfungsi untuk sistem pengereman udara kendaraan. Jadi ketika terjadi kebocoran atau selang untuk klakson telolet lepas, udara pada tangki tentunya akan kosong.

Senior Investigator Komisi Nasional Keselamatan Transportasi, Ahmad Wildan mengatakan, ada kasus kecelakaan rem blong yang disebabkan terlepasnya selang klakson telolet dari tabung udara. Tabung dilubangi kemudian disambung dengan selang plastik dan diikat dengan karet ban.

Baca juga: Harga MPV Murah Bekas Juli 2020, Mulai Rp 80 Jutaan

Akibat rem blong, truk kontainer sebabkan kecelakaan beruntun di Halim Akibat rem blong, truk kontainer sebabkan kecelakaan beruntun di Halim

“Padahal tangki udara berisi udara bertekanan tinggi dan saat selang terlepas, dalam hitungan detik udara di dalamnya akan habis, artinya rem jadi blong,” kata Wildan pada sesi kuliah di akun grup Telegram Indonesia Truckers Club beberapa waktu lalu.

Fungsi tangki udara pada kendaraan niaga sangat penting, karena membutuhkan pengereman dengan tekanan yang kuat. Lalu jika dilakukan modifikasi seperti klakson telolet malah bisa berpotensi membuat tangki jebol.

“Kendaraan jika tangki udaranya jebol, maka tidak ada pertahanan apapun lagi, truk atau bus akan melaju tanpa kendali,” ucap Wildan.

Baca juga: Syarat SIKM Jakarta Jadi Lebih Longgar

“Lebih baik perusahaan melarang pengemudinya untuk memasang klakson telolet, kecuali diperkenankan oleh ATPM nya dan disediakan jalur khusus pada tangki untuk klakson telolet tersebut,” kata dia.

Wildan menambahkan, jika memang disediakan jalur khusus untuk klakson telolet, harus gunakan material yang sesuai standar. Contohnya seperti selang metal yang dibungkus dengan karet atau plastik, dengan sistem klem yang baik.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X