Aturan Pasang Kaca Film Mobil, Jangan Asal Gelap

Kompas.com - 30/06/2020, 10:12 WIB
Ilustrasi pemasangan kaca film di toko Maju Jaya di Blok M Mall Lt. Basement, Jakarta Selatan Kompas.com/DioIlustrasi pemasangan kaca film di toko Maju Jaya di Blok M Mall Lt. Basement, Jakarta Selatan
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasang kaca film pada mobil tidak hanya untuk mengubah tampilan kendaraan kesayangan saja.

Tetapi juga untuk menjaga visibilitas pengemudi selama berkendara, baik saat siang hari maupun pada malam hari.

Untuk itu, saat melakukan pemasangan kaca film juga tidak boleh sembarangan atau asal gelap saja karena bisa berpengaruh juga pada visibilitas pengemudi saat berkendara.

Tingkat kegelapan kaca film mobil sebaiknya juga mengikuti peraturan yang sudah ada. Aturan penggunaan kaca film sendiri juga mempunyai dasar hukum yang sudah ditetapkan.

Baca juga: Mobil Bekas Rakitan Eropa Tak Cocok untuk Pemula, Ini Alasannya

Seperti pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Selain itu, aturan mengenai tingkat kegelapan kaca film juga diatur dalam PP Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan yang disebutkan bahwa kaca terdiri atas kaca depan, kaca belakang, dan jendela Kendaraan Bermotor dan Kereta Gandengan.

pasang kaca filmKompas.com/Fathan Radityasani pasang kaca film

Kemudian dalam Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 439/U/Phb-76 tentang Penggunaan Kaca Pada Kendaraan Bermotor.

Dalam SK tersebut setidaknya ada enam poin yang mengatur soal kegelapan kaca film.

1. Kendaraan-kendaraan bermotor yang diperlengkapi dengan kaca depan, kaca belakang, dan atau kaca samping, kaca-kaca tersebut harus dibuat dari bahan yang tidak mudah pecah, tembus pandangan dari dua arah (sangat bening) dan tidak boleh mengubah serta mengganggu bentuk-bentuk orang atau benda-benda yang terlihat melalui kaca tersebut.

2. Tanpa mengurangi maksud ketentuan poin 1, boleh dipergunakan kaca berwarna atau kaca yang berlapis bahan berwarna (film coating), asal dapat tembus cahaya dengan prosentase penembusan cahaya tidak kurang dari 70%.

Baca juga: Aturan Larangan Merokok Saat Berkendara, Kena Denda Rp 750.000

3. Tanpa mengurangi maksud ketentuan poin 1 dan 2, kaca depan dan atau kaca belakang boleh dipergunakan kaca berwarna atau kaca yang berlapis bahan pewarna (film coating) dengan prosentase penembusan cahaya tidak kurang dari 40% sepanjang sisi atas (bagian kaca) yang lebarnya tidak lebih dari sepertiga tinggi kaca yang bersangkutan.

Proses pemasangan kaca film 3MKOMPAS.com/Aprida Mega Nanda Proses pemasangan kaca film 3M

4. Penggunaan bahan-bahan untuk lapisan berwarna pada kaca-kaca sebagaimana dimaksud dalam poin 2 dan 3 tidak menimbulkan pemantulan-pemantulan cahaya-cahaya baru, selain pantulan-pantulan cahaya yang biasa terdapat pada kaca-kaca bening.

5. Dilarang menempelkan atau menempatkan sesuatu pada kaca-kaca kendaraan bermotor, kecuali jika hal itu dimaksud untuk kepentingan pemerintah, yang penempatannya tidak boleh mengganggu kebebasan pandangan pengemudi.

Baca juga: Bukan Asap Rokok, Ini yang Sebabkan AC Mobil Rusak

6. Yang dimaksud dengan prosentase penembusan cahaya adalah: angka yang menunjukkan perbandingan antara jumlah cahaya setelah menembus kaca tembus pandangan dan jumlah cahaya sebelum menembus kaca yang bersangkutan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X