Apa Jaminan Partisi Ojol Ampuh Tangkal Covid-19?

Kompas.com - 22/06/2020, 09:02 WIB
Ilustrasi aerodinamis partisi ojek online dok. Djoko SetijowarnoIlustrasi aerodinamis partisi ojek online
Penulis Stanly Ravel
|

Selain itu, adanya tameng juga tidak mengganggu keseimbangan atau gaya aerodinamis kendaraan saat berjalan. Karena itu, Djoko menilai pembuatan tameng perlu melengkung di atasnya dan diberi penambahan lengkungan pada sisi kiri-kanannya.

"Kedua pertimbangan crashworthiness, jika sampai terjadi benturan maka tameng tersebut harus bisa tidak melukai baik pengemudi atau penumpang. Karena itu, materialnya selain ringan dan kuat, juga wajib dibuat dari benda yang tak menjadi pecah saat pecah," kata Djoko.

Baca juga: Sambut New Normal, Seluruh Ojol Bakal Pakai Sekat Partisi

Djoko mengatakan untuk partisi yang ada saat, masih menganggu efek aerodinamika kendaraan saat melaju, jika pengemudi bersin atau batuk pun masih besar kemungkinan droplet masuk ke penumpang.

"Perlunya dibuat lengkung pada kiri kanan untuk aliran udara atau aerodinamika. Selain itu, jika pengemudi bersin, droplet otomatis mengikuti aliran udara dan tidak kena ke penumpang," ucap Djoko.

Lebih lanjut Djoko menjelaskan pemerintah sudah harusnya mengutamakan keselamatan dan kesehatan bagi pengemudi dan penumpang. Karena itu, baiknya pemerintah menahan dulu pengoperasian ojol membawa penumpang dengan menggunakan partisi yang belum mendapatkan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Prototipe Partisi ITB

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, bila pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan Intitut Teknologi Bandung (ITB) untuk mengembangkan prototipe partisi bagi ojol.

Pengemudi ojek daring menggunakan sekat pelindung saat menunggu penumpang di Jl. Ir H. Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2020). Penggunaan sekat pelindung untuk pembatasan antara pengemudi dan penumpang tersebut sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan guna meminimalisir risiko penyebaran virus COVID-19 dalam menghadapi era normal baru.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pengemudi ojek daring menggunakan sekat pelindung saat menunggu penumpang di Jl. Ir H. Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2020). Penggunaan sekat pelindung untuk pembatasan antara pengemudi dan penumpang tersebut sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan guna meminimalisir risiko penyebaran virus COVID-19 dalam menghadapi era normal baru.

Pengembangan ini pun didasari adanya penilaian bila sekat yang ada atau digunakan saat ini. masih kurang proposional dari segi aeromodelisnya. Bila sudah rampung, prototipe tersebut nantinya akan direkomendasikan bagi aplikator.

"Masukan dari ITB secara bahan sudah bagus, namun demikian terkait masalah aerodinamisnya akan dilakukan seperti bentuk huruf U, jadi tidak lurus seperti yang ada sekarang. Dengan begitu ketika pengemudi bersih atau berbicara, itu tidak langsung mengena ke penumpangnya," ujar Budi kepada Kompas.com pekan lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.