Mana yang Lebih Bahaya, Ban Kurang Tekanan Udara atau Lebih?

Kompas.com - 16/06/2020, 11:42 WIB
Ukur tekanan angin wisegeek.comUkur tekanan angin

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketika berkendara dengan mobil, ban adalah komponen penting karena menapak langsung dengan aspal. Selain itu, ban juga perlu diperiksa tekanan udaranya, apakah kurang atau lebih dari rekomendasi pabrikan.

Mengetahui tekanan udara ban yang sesuai rekomendasi pabrikan bisa dilihat dari stiker dekat engsel pintu pengemudi. Jika mengisi tekanan udara ban, perlu diperhatikan, karena ada efek tersendiri jika kurang atau lebih.

Namun, jika dalam kondisi tidak ideal, sebenarnya kondisi mana yang lebih bahaya, apakah ban dengan tekanan udara kurang atau lebih?

Baca juga: Efek Pandemi, Harga Mobil Bekas Turun 20 Persen

Presiden Direktur PT Bridgestone Indonesia Gaurav Gupta memperagakan cara memeriksa tekanan angin dengan alat khusus dalam kunjungannya ke rest area 57 Tol Jakarta-Cikampek yang menjadi lokasi kampanye keselamatan ban, Selasa (8/5/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Presiden Direktur PT Bridgestone Indonesia Gaurav Gupta memperagakan cara memeriksa tekanan angin dengan alat khusus dalam kunjungannya ke rest area 57 Tol Jakarta-Cikampek yang menjadi lokasi kampanye keselamatan ban, Selasa (8/5/2018).

On Vehicle Test (OVT) Manager PT Gajah Tunggal Tbk., Zulpata Zainal mengatakan, dipastikan  ban dengan tekanan udara kurang lebih berbahaya dibanding kelebihan. Keadaan ban kurang udara sama saja dengan membawa beban berlebih.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Tetap berkendara walaupun tekanan udaranya kurang bisa menyebabkan dinding samping akan mengalami defleksi yang berlebihan. Hal ini yang bisa membuat ban pecah ketika dikendarai,” ucap Zulpata kepada Kompas.com, Senin (15/6/2020).

Baca juga: Saat Toyota Innova Punya Kabin ala Jet Pribadi

Zulpata menjelaskan, ban yang defleksi berlebihan, lama-kelamaan benang pada dinding ban akan kelelahan. Pada kondisi tertentu bagian tersebut akan melepuh karetnya karena panas yang berlebihan dan benang jadi hangus atau putus.

“Bahkan kalau mobil masuk tol, disarankan untuk tambah tekanan udara ban 1 sampai 3 psi untuk menghindari defleksi pada dinding ban yang berlebihan. Kelebihan 1-3 psi tidak akan membuat ban pecah,” kata Zulpata.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X