Tips untuk Pengguna Motor Agar Aman dari Jeratan Benang Layang-Layang

Kompas.com - 15/06/2020, 13:21 WIB
Ilustrasi pasangan berkendara sepeda motor ShutterstockIlustrasi pasangan berkendara sepeda motor
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menggunakan perangkat keselamatan seperti jaket dan helm saat mengendarai sepeda motor di jalan raya, menjadi keharusan bagi setiap pengendara. Selain menjaga kenyamanan, juga untuk mengantisipasi terjadinya luka parah saat kecelakaan.

Kecelakaan tidak hanya disebabkan oleh kendaraan lain atau kelalaian dari pengendara, tetapi ada ancaman lain yang tidak kalah berbahaya, yakni keberadaan benang layang-layang melintang di jalan.

Seperti diketahui, saat ini tidak hanya musim sepeda tetapi juga banyak remaja maupun anak-anak sekolah yang menerbangkan layang-layang untuk mengisi waktu luang di sore hari.

Baca juga: Pengguna Kendaraan yang Lupa Bawa SIM Tetap Kena Tilang?

Tanpa disadari yang digunakan untuk menerbangkan layang-layang pun bisa saja putus dan melintang di tengah jalan.

Padahal, benang yang melintang tersebut sangat berbahaya terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas.

Tidak saja festival layang-layang, Dispar Naruna juga menggelar festival Nyuluh di Pantai Kencana, Lomba Gasing Tradisional, Festival Burung Kicau hingga Festival Band anak daerah.KOMPAS.COM/ DOK DISPAR NATUNA Tidak saja festival layang-layang, Dispar Naruna juga menggelar festival Nyuluh di Pantai Kencana, Lomba Gasing Tradisional, Festival Burung Kicau hingga Festival Band anak daerah.

Bukan tidak mungkin pengendara yang tidak menyadari adanya benang bisa mengalami kecelakaan, hingga menyebabkan kematian.

Hal ini seperti yang pernah terjadi di Kota Solo beberapa hari yang lalu. Seorang remaja meninggal dunia setelah lehernya tersangkut benang layang-layang hingga luka parah dan meninggal dunia.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia ( SDCI) Sony Susmana mengatakan, selain kewaspadaan selama berkendara, menggunakan perangkat keselamatan juga menjadi kewajiban.

Baca juga: Pengguna Motor Jangan Melintas di Jalur Sepeda, Kena Denda Rp 500.000

“Menggunakan jaket yang bisa menutup hingga ke bagian leher, ini untuk mengantisipasi terjadinya sayatan yang disebabkan oleh benang,” ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (14/6/2020).

Ilustrasi kecelakaanautoaccident.com Ilustrasi kecelakaan

Selain itu, katanya, pengendara juga sebaiknya menggunakan helm full face yang tidak hanya menutup bagian muka saja. Tetapi juga bisa menutup sebagian leher sehingga bisa lebih aman saat digunakan.

Baca juga: Perpanjangan SIM Bagi Pasien Positif Corona, Begini Caranya

“Menggunakan helm full face dan jaket yang menutup hingga ke leher agar tidak ada ruang di antara helm dan jaket,” katanya.

Selain itu, Sony juga mengatakan, untuk menghindari kecelakaan yang fatal sebaiknya pengendara tetap menjaga kecepatan kendaraannya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X