Modus Teriak Ban Kempis, Ini Ciri-ciri Ban Mobil Kalau Kempis

Kompas.com - 11/06/2020, 14:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ban merupakan salah satu komponen mobil yang harus selalu dipastikan baik kondisinya. Namun, sebagai pengemudi kita sering tidak sadar bahwa tekanan angin ban mobil berlebih atau bahkan kurang.

Terutama bagi pengemudi pemula, atau newbie, akan sulit merasakan gejala ban kempis pada kendaraannya.

On Vehicle Test PT Gajah Tunggal Tbk, Zulpata Zainal, mengatakan, ciri-ciri ban kempis memang akan sulit dirasakan oleh pengemudi pemula.

Baca juga: Pasok Kebutuhan Ekspor, Pabrik Toyota Kembali Aktif di Era New Normal

“Bagi sebagian orang yang sudah sering berkendara sebetulnya bisa merasakan gejala ban kempis, seperti kendaraan terasa berat, stabilitas kurang, daya pengereman kurang, hingga kedaraan terkadang bisa mengarah ke satu arah atau tidak lurus,” kata Zulpata saat dihubungi Kompas.com, Kamis (11/6/2020).

Selain itu, hentakan ketika kendaraan memasuki lubang atau membentur benda keras juga akan lebih terasa di badan pengemudi.

Alat pantau tekanan angin digitalStanly/Otomania Alat pantau tekanan angin digital

“Namun, pengemudi pemula biasanya tidak menyadari kondisi tersebut. Maka dari itu, kalau mau aman atau tahu kondisi tekanan angin ban secara langsung pada kendaraan, sebaiknya pasang alat Tire Presssure Monitoring System (TPMS),” kata Zulpata.

Biasanya, pada beberapa mobil kelas menengah keatas sudah dibekali alat ini oleh pabrikannya. Tetapi jika belum ada fasilitas ini, Zulpata mengatakan pemilik mobil bisa melakukan pemasangan sendiri.

Baca juga: Polisi Mulai Operasikan 6 Mobil SIM Keliling di Jakarta, Ini Lokasinya

“Memasangnya sangat mudah, newbie pasti bisa. Tinggal ganti semua tutup pentil ban, lalu monitornya dipasang dalam kabin. Pengemudi langsung bisa melihat tekanan angin ban pada semua posisi,” katanya.

Sistem pemasangan TPMS ada dua macam, yaitu yang dipasang langsung sebagai pengganti tutup pentil atau seluruh pentil bannya diganti (tidak hanya pentil ban saja).

“Untuk segi harga variatif, mulai dari Rp 200.000 hingga di atas Rp 1 juta,” ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.