Pasok Kebutuhan Ekspor, Pabrik Toyota Kembali Aktif di Era New Normal

Kompas.com - 11/06/2020, 11:59 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Setelah sempat tutup akibat pandemi virus corona, aktivitas pabrik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sudah kembali berjalan. Pabrik Toyota akan beroperasi secara bertahap sesuai dengan aturan new normal yang dicanangkan pemerintah.

Bob Azam, Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT TMMIN, mengatakan, perusahaan telah melanjutkan kembali kegiatan produksi mulai 2 Juni 2020, setelah sempat berhenti dari 11 Mei hingga 1 Juni yang lalu.

“Per tanggal 2 Juni kami mulai siap-siap, tanggal 3 Juni sudah latihan buat produksi. Mulai tanggal 5 Juni sudah aktif semua empat pabrik,” ujar Bob, kepada Kompas.com (11/6/2020).

Baca juga: Gojek Tengah Uji Coba Sekat Partisi untuk Mitra GoRide

Pabrik Toyota yang ada di wilayah Durban, Afrika Selatan.Nikkei Pabrik Toyota yang ada di wilayah Durban, Afrika Selatan.

“Mulai dari pabrik Karawang 1 (produksi Fortuner dan Innova), Karawang 2 (produksi Vios, Yaris, Sienta), Karawang 3 (produksi mesin), dan pabrik Sunter 1 (produksi mesin),” katanya.

Menurutnya, kegiatan pabrik TMMIN di era new normal berbeda dengan kondisi sebelumnya. Perusahaan telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai anjuran Kementerian Kesehatan

Apalagi karyawan PT TMMIN ada yang sempat tertular virus corona. Tak heran perusahaan juga memberlakukan pemeriksaan menggunakan rapid test secara rutin.

Baca juga: Ini Daftar Harga Resmi Bikin SIM A, B, dan C

(ilustrasi) mobil-mobil yang diparkir di stock yard.TMMIN (ilustrasi) mobil-mobil yang diparkir di stock yard.

“Kemarin ada OTG satu orang, sekarang sudah negatif, sudah kerja lagi. Makanya sekarang kami intervensi dari berbagai cara preventif, termasuk lewat aplikasi yang bisa mengecek kerumunan-kerumunan di area pabrik,” tuturnya.

Bob menambahkan, meskipun saat ini PSBB telah melonggar, dan aktivitas pengapalan sudah normal, namun kondisi pasar cenderung masih lesu.

“Saat ini produksi untuk ekspor semua, mungkin bisa 90 persen lebih. Kalau domestik belum recovery, karena PSBB baru melonggar,” ucap Bob.

“Pasar ekspor juga belum membaik, negara-negara Asia Tenggara belum pulih semua, sedangkan Timur Tengah masih tertekan harga minyak, masih banyak juga negara yang lockdown,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.