Seberapa Penting Masa Inreyen pada Motor Baru?

Kompas.com - 09/06/2020, 13:22 WIB
KompasOtomotif merasakan kenyamanan berkendara (ergonomi) pada All-New CB150R Sreetfire. IstimewaKompasOtomotif merasakan kenyamanan berkendara (ergonomi) pada All-New CB150R Sreetfire.

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap pembelian sepeda motor baru, biasanya dianjurkan untuk menghabiskan masa inreyen atau break-in terlebih dahulu, sebelum dikendarai dengan normal.

Hal ini dilaksanakan supaya komponen-komponen pada mesin motor mencapai titik optimal untuk digunakan sehari-hari karena telah beradaptasi. Sehingga, potensi rusaknya beberapa komponen di awal pemakaian bisa ditekan.

Lantas bagaimana dengan motor yang diproduksi belakangan ini, mengingat perkembangan teknologinya pun lebih maju dibanding beberapa generasi sebelumnya?

Baca juga: Jangan Norak, Masa Biker Pakai Sandal buat Riding

 

Sepeda motor Honda merajai pada 2016.AHM Sepeda motor Honda merajai pada 2016.

Menanggapi hal ini, Kepala Mekanik AHHAS DAM Wahyudin mengatakan, inreyen pada motor yang kapasitas mesinnya kecil saat ini sebetulnya sudah tidak diperlukan lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pasalnya, piston dan boring pada mesin saat ini dibuat untuk siap pakai. Celahnya sudah dibuat besar. Hanya saja, kalau ingin naik kecepatan, percepatannya harus perlahan-lahan," katanya kepada Kompas.com belum lama ini.

Namun untuk motor dengan kapasitas mesin 250 cc ke atas, menghabiskan masa inreyen masih tetap penting. Jika diabaikan, keausan di silinder bisa tidak merata karena ada kenaikan panas yang terlalu cepat.

"Inreyen itu paling sedikit sampai 250 kilometer, paling lama 500 kilometer. Kalau pengalaman saya seperti itu. Tapi karena setiap pabrikan motor besar punya rekomendasi terendiri, bisa dilihat di buku manualnya," kata Wahyudin.

Baca juga: Waktu Ideal Memanaskan Mesin Motor Sebelum Mulai Beraktivitas

 

Salah satu motor bebek Honda yang sedang diservis di salah satu bengkel AHASS di Depok, Rabu (16/1/2018).KompasOtomotif/Alsadad Rudi Salah satu motor bebek Honda yang sedang diservis di salah satu bengkel AHASS di Depok, Rabu (16/1/2018).

Wahyudin menambahkan, inreyen juga dilakukan supaya sisa-sisa logam berupa logam yang ada di dalam mesin dan berukuran sangat kecil dapat dibersihkan.

Terutama setelah komponen tersebut selesai diproduksi, biasanya akan dicelupkan ke dalam oli pengawet agar tidak mudah teroksidasi akibat kelembaban yang mungkin terjadi pada saat proses distribusi dari pabrik pembuatan komponen (vendor) ke pabrik perakitan motor (manufacture).

Partikel-partikel sisa-sisa serpihan logam dan oli pengawet inilah yang harus dibersihkan secara manual saat masa inreyen. Untuk mencegah rusaknya komponen mesin motor saat motor mulai digunakan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.