Penumpang Transportasi Umum Dibatasi, Organda Usul Tambah Armada

Kompas.com - 07/06/2020, 08:41 WIB
Warga menggunakan masker saat memasuki bus transjakarta di Jakarta, Selasa (3/3/2020). Presiden Joko Widodo mengimbau warga untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dengan tetap higienis serta menjaga imunitas tubuh usai mengumumkan dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) positif terjangkit virus corona yang saat ini dirawat di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso, Jakarta. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga menggunakan masker saat memasuki bus transjakarta di Jakarta, Selasa (3/3/2020). Presiden Joko Widodo mengimbau warga untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dengan tetap higienis serta menjaga imunitas tubuh usai mengumumkan dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) positif terjangkit virus corona yang saat ini dirawat di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso, Jakarta.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menghadapi new normal, Organisasi Angkutan Darat ( Organda) mengusulkan agar jumlah transpotasi umum yang akan dioperasikan bisa ditambah atau diperbanyak.

Usulan tersebut disampaikan agar penumpang bisa benar-benar menerapkan protokol kesehatan. Terutama dalam menjaga jarak fisik atau physical distancing yang nantinya masih akan diterapkan dengan mengurangi jumlah penumpang hingga 50 persen.

"Organda mengusulkan agar jumlah armada diperbanyak. Sehingga dengan jumlah penumpang yang dibatasi, kendaraan umum tetap dapat terjaga kapasitastnya. Penumpang dapat naik dengan menerapkan physical distancing," ucap Ketua Umum DPP Organda Adrianto Andre Djokosoetono, dalam diskusi publik yang digelar secara online oleh Masyarakat Transportasi (MTI), Sabtu (6/6/2020).

Baca juga: Siap-Siap, Ganjil Genap Jakarta Berlaku untuk Mobil dan Motor

"Berarti akan ada ekstra kendaraan yang akan melayani penumpang berjumlah lebih sedikit. Di sinilah yang organda usulkan kepada pemerintah, baik pusat ataupun daerah untuk bisa memperluas buy the service pelayanannya," kata dia.

Lebih lanjut Adrianto mengatakan, adanya kebijakan pembatasan penumpang yang dipangkas hingga 50 persen dari kapasitas kendaraan, efek langsungnya tentu saja akan berpengaruh keuangan perusahaan penyedia transportasi.

Suasana kendaraan terjebak macet di Jalan Tol Cawang-Grogol, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2020). Pada hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Suasana kendaraan terjebak macet di Jalan Tol Cawang-Grogol, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2020). Pada hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan.

Karena dengan demikian, otomatis secara bisnis bisa membuat operator penyedia jasa transportasi akan merugi lantaran tak bisa membawa penumpang seperti biasanya.

Kekhawatiran yang paling utama adalah soal keuangan perusahaan yang lambat laun bisa habis tergerus.

Apalagi sudah ada banyak perusahaan yang tak beroperasi cukup lama lantaran adanya pembatasan-pembatasan di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya seperti armada atau bus pariwisata.

Baca juga: Mobil Pribadi Jadi Alat Transportasi Aman dan Nyaman di Era New Normal

Karena itu, Adrianto juga mengusulkan agar bus-bus pariwisata bisa difungsikan sementara untuk menjadi transportasi umum guna menambah jumlah armada yang ada.

Dengan demikian, secara bisnis bus pariwisata mulai bergerak lagi, sementara physical distancing dalam kendaraan umum juga tetap terjaga.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sendiri melalui Dinas Perhubungan DKI Jakarta sudah mengeluarkan kebijakan untuk membatasi operasional transportasi umum selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Bus transjakarta melintas di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020). Jumlah pengguna transjakarta telah menembus 1 juta penumpang per hari. Jumlah penumpang sebanyak 1.006.579 orang tercatat pada Selasa (4/2/2020).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Bus transjakarta melintas di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020). Jumlah pengguna transjakarta telah menembus 1 juta penumpang per hari. Jumlah penumpang sebanyak 1.006.579 orang tercatat pada Selasa (4/2/2020).

"Pengendalian kapasitas angkutan bagi pengguna moda transportasi untuk pergerakan orang dan barang sebagaimana dimaksud dalam Diktum Kesatu huruf a yang menyangkut orang atau barang, diatur dengan ketentuan," tulus Surat Keputusan yang ditandatangai oleh Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo.

Baca juga: Jelang New Normal, Organda Berharap Operasional Ditanggung Pemerintah

Transportasi umum boleh beroperasi dengan jumlah penumpang yang dikurangi 50 persen dari kapasitas angkut. Sementara itu, jam operasional juga masih dibatasi selama PSBB transisi.

Untuk Transjakarta beroperasi dari 05.00 WIB sampai 22.00 WIB, begitu juga untuk angkutan umum reguler. Untuk MRT dimulai dari 05.00 WIB sampai 21.00 WIB, LRT dari 05.30 WIB sampai 21.00 WIB, dan angkutan perairan dari 07.00 WIB sampai 15.00 WIB.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X