Ini Dugaan Penyebab Kecelakaan Mobil Tertusuk Besi Pembatas Jalan Tol

Kompas.com - 29/05/2020, 11:04 WIB
Kecelakaan sebuah LMPV di Tol Pemalang-Batang Tangkapan layar dari Instagram pekalonganinfoKecelakaan sebuah LMPV di Tol Pemalang-Batang
Penulis Stanly Ravel
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan tunggal viral setelah videonya diunggah ke sosial media yang melihatkan mobil bergenre low multi purpose vehicle ( LMPV) menghantam pembatas jalan di ruas Tol Pemalang- Batang, Jawa Tengah, Rabu (27/5/2020).

Dalam video singkat yang ditayankan pada akun instagram @pekalonganinfo, terlihat LMPV berwarna hitam tersebut menghantam pembatas jalan yang membuat besinya tembus dari kap mesin depan hingga kaca bagian belakang.

Alhasil, mobil tersebut pun tersangkut lantaran tak bisa keluar. Beberapa petugas juga nampak sedang melakukan evakuasi, namun belum diketahui pasti mengenai kronolgi kejadiannya.

Baca juga: Harga Bekas MPV Murah Usai Lebaran, Mulai Rp 83 Jutaan

"Terjadi kecelakaan tunggal yang dialami sebuah mobil di jalan tol (Pemalang - Tegal), Rabu (27/5) siang. Belum diketahui pasti kronologi kecelakaan. Utamakan keselamatan & kontrol laju kecepatan, usahakan kondisi pengendara maupun mobil dalam keadaan fit," tulis akun tersebut.

Berdasarkan konfirmasi yang dilakukan Kompas.com, Kasatlantas Polres Tegal, AKP Indra Jaya Syafputra mengatakan kejadian tersebut benar adanya dan terjadi di ruas Tol Pemalang-Batang pada rabu (27/5/2020) sekitar pukul 06.00 WIB.

Kejadian tersebut dialami suami istri dan menewaskan istri yang pada saat itu sedang mengendarai mobil. 

"Iya benar. Keterangan awal mobil minibus itu dari arah Timur ke Barat, saat di KM 298 mobil olen dan menabrak dan menembus pembatas jalan," ucap Indra kepada Kompas, Kamis (28/52020).

Indra mengatakan penyebab mobil oleng bisa saja disebabkan akibat sopir yang mengantuk dan tak bisa mengendalikan mobil karena kecepatan tinggi dan usai melakukan perjalanan jauh dari Surabaya menuju Tegal.

Prediksi Penggiat Keamanan dan Keselamatan

Menanggapi insiden ini, Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) ikut angkat bicara.

Baca juga: Kenapa Bus Jarang Mematikan Mesin Ketika Isi Bahan Bakar?

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X