Mitos atau Fakta, Naik Motor Tanpa Jaket Berisiko Paru-paru Basah?

Kompas.com - 28/05/2020, 16:50 WIB
Puluhan pengendara sepeda motor melintas di Jalan Raya Sawangan, Depok, Jawa Barat, Sabtu (16/5/2020). Meski penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Depok masih diperpanjang hingga 26 Mei 2020, namun sejumlah ruas jalan mulai ramai dipadati kendaraan hingga menyebabkan kemacetan. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANPuluhan pengendara sepeda motor melintas di Jalan Raya Sawangan, Depok, Jawa Barat, Sabtu (16/5/2020). Meski penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Depok masih diperpanjang hingga 26 Mei 2020, namun sejumlah ruas jalan mulai ramai dipadati kendaraan hingga menyebabkan kemacetan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu perlengkapan berkendara selain helm dan sarung tangan adalah jaket. Jaket tak hanya berguna untuk menunjang keselamatan saja, tapi memiliki fungsi penting lainnya.

Mungkin Anda pernah mendengar anjuran dari orang-orang terdekat untuk menggunakan jaket saat mengendarai motor agar terhindar dari penyakit paru-paru basah. Tak sedikit yang menyepelekan anjuran tersebut karena dianggap hanya mitos.

Baca juga: 6 Langkah Rawat Jaket Motor Supaya Awet

"Memang belum ada penelitian bahwa orang yang mengendarai motor tapi tidak pakai jaket itu kena penyakit paru-paru basah," kata dokter Spesialis Paru, Agus Dwi Susanto, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Pengendara sepeda motor melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (28/1/2018). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan akan menaati putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta tentang larangan sepeda motor melintas di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Jalan Medan Merdeka Barat di Jakarta. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Pengendara sepeda motor melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (28/1/2018). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan akan menaati putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta tentang larangan sepeda motor melintas di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Jalan Medan Merdeka Barat di Jakarta.

Agus menambahkan, secara teori dan logika, orang yang mengendarai motor tanpa jaket berpotensi lebih besar terkena penyakit pada bagian paru-parunya daripada orang yang mengenakan jaket.

Menurutnya, aktivitas pernafasan orang yang tidak mengenakan jaket saat mengendarai motor akan berjalan tidak normal. Penyebabnya, adanya tekanan udara dari luar bagian dadanya.

"Padahal, saat menghirup udara terdapat berbagai kuman atau partikel jahat yang ikut terbawa ke dalam paru-paru. Maka itu, udara dan partikel jahat itu harus dikeluarkan, yakni ketika menghembuskan nafas," ujar Agus.

Baca juga: Tren Jaket Motor Mulai Berubah Jadi Lebih Kalem dan Aman

Dengan begitu, bagian dada membutuhkan perlindungan, seperti menggunakan jaket atau rompi pelindung. Sehingga, aktivitas bernafas tetap berjalan normal ketika berkendara.

"Kalau dikatakan korelasi langsung dengan penyakit paru-paru basah, ya tidak ada. Tapi tanpa menggunakan jaket ini meningkatkan risiko. Misalnya ada kuman masuk, tapi kamampuan bernafasnya terhambat. Kemudian, kuman itu mengendap. Oleh karena itu, korelasinya enggak langsung tapi bersifat akumulatif," kata Agus.

Agus menjelaskan, paru-paru basah sendiri adalah istilah dari salah satu jenis penyakit pada paru-paru. Penyakit lain yang juga bisa timbul adalah tuberculosis ( TBC).

"Penyakit paru-paru basah kan pemahaman orang awam saja. Tapi secara terminologi, maksudnya adalah peradangan di bagian paru-paru karena kuman," ujar Agus.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X