Kompas.com - 28/05/2020, 08:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menyatakan bahwa masih memiliki ketertarikan untuk memperkenalkan mobil keluarga bermesin diesel di Tanah Air.

Namun dengan permintaan pasar dan pasokkan bahan bakar yang terus melambat jelang era elektrifikasi, membuat perseroan galau. Terlebih hasil rapor Ertiga Diesel yang diperkenalkan pada 2017 lalu tidak menggembirakan.

"Sebenarnya visible saja, tapi kita sangat berhati-hati sekali untuk mengeluarkan suatu produk. Banyak sekali pertimbangannya, terutama, dari sisi pandang konsumen. Segmen diesel di Indonesia saat ini semakin selektif," kata Head of Brand Development and Marketing Research 4W PT SIS Harold Donnel, dalam diskusi virtual, Rabu (28/5/2020).

Baca juga: Suzuki Tengah Siapkan Ertiga dengan Mesin Diesel Terbaru

Suzuki mengklaim konsumsi solar pada Ertiga Diesel Hibrida mencapai 22,6 kpl, lumayan irit.Stanley R/KompasOtomotif Suzuki mengklaim konsumsi solar pada Ertiga Diesel Hibrida mencapai 22,6 kpl, lumayan irit.

Belajar dari kasus Ertiga Diesel beberapa waktu lalu, lanjut dia, terdapat beberapa kendala yang diterima dan dipelajari internal Suzuki, yaitu mengenai distribusinya yang disebut sudah tak sesuai dengan perencanaan awal.

"Satu diantaranya terkait keterjangkauan bahan bakar diesel, itu di beberapa kota besar sulit sekali mendapatkannya. Kalau pun ada, antreannya panjang," ujar Harold.

"Jadi kita tidak mau ketika memperkenalkan suatu produk, konsumen malah tidak nyaman, banyak kendalanya, sehingga mendapat bad experience. Penuh pertimbangan memang, kita berhati-hati," katanya lagi.

Baca juga: Kata Suzuki dan Mitsubishi Hadapi Era New Normal

Tes Ertiga Diesel HybridStanly/KompasOtomotif Tes Ertiga Diesel Hybrid

Pernyataan serupa juga dinyatakan, Head of Marketing 4W PT SIS Donny Saputra beberapa waktu lalu. Ia menyatakan, menghadirkan mobil keluarga mesin diesel sungguh menarik, tapi hal ini tidak bisa serta-merta diluncurkan begitu saja.

"Ada banyak pertimbangan, misalnya kami ingin kendaraan yang diproduksi di sini berjangka panjang. Jadi belum bisa dipastikan lebih jauh," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.