11.734 Kendaraan Dipaksa Putar Balik di Jatim karena Nekat Mudik

Kompas.com - 22/05/2020, 12:01 WIB
Sejumlah kendaraan melintasi Tol Jakarta-Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (21/12/2019). PT Jasa Marga Tbk memprediksi selama libur panjang Natal dan Tahun Baru diperkirakan ada 479.049 kendaraan melintas di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah maupun layang, dengan tujuan Bandung 51 persen dan Trans Jawa 49 persen. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/ama. ANTARA FOTO/Fakhri HermansyahSejumlah kendaraan melintasi Tol Jakarta-Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (21/12/2019). PT Jasa Marga Tbk memprediksi selama libur panjang Natal dan Tahun Baru diperkirakan ada 479.049 kendaraan melintas di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah maupun layang, dengan tujuan Bandung 51 persen dan Trans Jawa 49 persen. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/ama.
Penulis Ari Purnomo
|

SURABAYA, KOMPAS.com - Jajaran Ditlantas Polda Jawa Timur ( Jatim) memaksa 11.734 kendaraan untuk putar balik selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2020.

Jumlah tersebut didominasi kendaraan pribadi roda empat dan dua yang diketahui hendak mudik ke kampung halamannya.

Wadirlantas Polda Jatim AKBP Pranatal Hutajulu mengatakan, penindakan kepada para pengendara yang hendak masuk ke wilayah Jatim masih diterapkan dengan tegas.

Bagi yang tidak memenuhi persyaratan untuk tetap bisa melanjutkan perjalanan akan diminta putar balik.

Baca juga: Bebas Denda Pajak Kendaraan di Jatim Berlaku hingga Akhir Mei 2020

“Kalau yang tidak membawa surat lengkap ya kita minta putar balik. Sampai sekarang jumlah kendaraan yang sudah dipaksa putar balik mencapai 11.734 kendaraan,” ujar Pranatal kepada Kompas.com, Kamis (21/5/2020).

Pemeriksaan kendaraan yang masuk ke Kota Pekanbaru, Riau, di perbatasan Pekanbaru-Kampar dalam rangka PSBB untuk mencegah penyebaran Covid-19, Jumat (17/4/2020).KOMPAS.COM/IDON Pemeriksaan kendaraan yang masuk ke Kota Pekanbaru, Riau, di perbatasan Pekanbaru-Kampar dalam rangka PSBB untuk mencegah penyebaran Covid-19, Jumat (17/4/2020).

Jumlah tersebut didominasi kendaraan pribadi roda empat yang mencapai 8.609 unit, kemudian sepeda motor sebanyak 2.740 unit sedangkan sisanya 385 merupakan kendaraan umum.

“Yang masih bisa melintas ke wilayah Jatim hanya mereka yang membawa surat keterangan, kemudian juga ada surat tugasnya. Kalau tidak membawa itu, ya kami minta putar balik,” ucapnya.

Wadirlantas menambahkan, menjelang Lebaran terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang hendak masuk ke wilayah Jatim.

Meskipun tidak banyak, tetapi adanya peningkatan ini juga perlu diantisipasi agar tidak ada pemudik yang lolos dari pemeriksaan petugas.

Baca juga: Pengguna Kendaraan yang Mudik ke Jawa Timur Langsung Dites Kesehatan

Langkah yang dilakukan oleh jajaran Ditlantas Polda Jatim adalah dengan meningkatkan penyekatan kendaraan yang akan masuk wilayah Jatim.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X