Penjualan Bus dan Truk Turun Drastis, Masih Ada Sektor yang Menolong

Kompas.com - 21/05/2020, 09:02 WIB
Seorang pengendara melintas di samping truk tronton angkutan tambang yang berhenti untuk melanjutkan perjalanannya dari arah Jalan Sudamanik menuju perbatasan jalan raya Parung Panjang, Bogor menuju Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (18/1/2020). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANSeorang pengendara melintas di samping truk tronton angkutan tambang yang berhenti untuk melanjutkan perjalanannya dari arah Jalan Sudamanik menuju perbatasan jalan raya Parung Panjang, Bogor menuju Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (18/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama masa pandemi Covid-19 penjualan truk dan bus di segmen kendaraan niaga cukup terpukul. Bahkan disebut turun 40 persen dari kondisi normal periode sama tahun lalu.

Chief operation officer (COO) PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) Santiko Wardoyo, mengatakan, kondisi ini terjadi sebab kendaraan niaga sangat berkait erat dengan keadaan ekonomi.

Baca juga: Reparasi Pelek Truk dan Bus biar Ekonomis, tapi Ada Syaratnya

"Kita bicara tentang mobil niaga atau komersial, ada kaitannya dengan ekonomi, jadi ini bukan bicara masalah emosional buying, tapi betul-betul rational buying jadi ekonomi yang sangat berperan penting," katanya dalam wawancara daring di Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Santiko mengatakan, di beberapa sektor penjualan bus dan truk mengalami mati suri. Namun, ada beberapa sektor lain yang cukup bertahan.

bus pariwisataKompas.com/Fathan Radityasani bus pariwisata

"Mati suri yang jelas ini sektor di bus yang kaitannya dengan pariwisata itu boleh dibilang berat sekali. Paling kena banget di sektor bus atau berkaitan dengan turisme itu sangat berat," katanya.

"Kemudian mana yang masih bisa? (bertahan) saya lihat di masalah kargo itu jelas, kemudian juga logging itu masih ada, maining juga masih ada untuk melakukan peremajaan. Jadi sebetulnya sektor-sektor ini masih ada, masih berjalan," katanya.

Baca juga: Kebiasaan Pengemudi Bus dan Truk yang Keliru, Bikin Rem Blong

Meski masih punya peluang, tapi Santiko mengatakan bahwa itu sangat bergantung dari kesehatan lembaga pembiayaan. Sebab leasing company merupakan salah satu alat penggerak di dunia otomotif.

"Cuma sekali lagi permintaan ini tentunya harus direalisasikan dengan adanya badan penandaan. Pendanaan ini yang kadang yang sampai sekarang sering mengalami masalah untuk melakukan penandaan kepada customer," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X