Kebiasaan Pengemudi Bus dan Truk yang Keliru, Bikin Rem Blong

Kompas.com - 16/05/2020, 10:22 WIB
Akibat rem blong, truk kontainer sebabkan kecelakaan beruntun di Halim Akibat rem blong, truk kontainer sebabkan kecelakaan beruntun di Halim

JAKARTA, KOMPAS.com – Kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan besar seperti truk dan bus biasanya karena rem blong. Penyebab dari rem yang tidak bekerja dengan maksimal, bisa dikarenakan kelalaian dari pengemudi dalam pengoperasiannya.

Ahmad Wildan, Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), mengatakan, ada beberapa tindakan keliru yang dilakukan oleh pengemudi bus dan truk dalam mengoperasikan rem.

“Pertama, jika tromol dan kampas rem mengalami panas, selalu didinginkan dengan cara disiram dengan air,” kata Ahmad pada sesi kuliah di akun grup Telegram Indonesia Truckers Club beberapa waktu lalu.

Baca juga: Mulai Rp 2 Jutaan, Ini Daftar Harga Motor Bebek Bekas di Bursa Lelang

Truk bermuatan kertas terguling di jalur pantura Tegal Sari Kabupaten Batang diduga akibat rem blong, Selasa (8/1/2020).ANTARA/Kutnadi Truk bermuatan kertas terguling di jalur pantura Tegal Sari Kabupaten Batang diduga akibat rem blong, Selasa (8/1/2020).

Ahmad mengatakan, ketika tromol dan kampas rem yang panas disiram air, bisa menyebabkan perubahan bentuk pada tromol. Jika sudah berubah bentuk, potensi rem memudar alias brake fading akan lebih tinggi.

“Cara mendinginkan rem yang paling baik yaitu dengan istirahat (berhenti) sampai suhu turun dengan alami, minimal 30 menit,” ucap Ahmad.

Perilaku yang kedua, pengemudi suka mengocok rem, baik yang sudah full air brake (FAB) ataupun yang masih hidrolik, menggunakan minyak rem.

Baca juga: Daftar Skutik Keluaran 2019 di Balai Lelang, Mio M3 Mulai Rp 4 Jutaan

Jika mengocok pedal rem pada kendaraan yang FAB akan berpotensi menurunkan tekanan udara. Jika tekanan udara kurang dari 6 bar, pedal rem akan keras ketika diinjak.

“Kalau kendaraan yang masih menggunakan hidrolik atau semi air brake, ketika mengocok pedal rem, akan meningkatkan temperatur pada ruang master rem. Jika minyak remnya jelek, berpotensi terjadinya vapour lock,” ujar Ahmad.

Vapour lock atau angin palsu, yaitu saat minyak rem yang mendidih menghasilkan gelembung udara yang masuk ke master rem. Jadi yang mendorong kampas bukan tenaga hidrolik, melainkan udara kosong, sehingga tidak mampu mengerem dengan maksimal.

Proses evakuasi truk tronton yang mengalami rem blong lalu menabrak rumah di Gekbrong.Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin Proses evakuasi truk tronton yang mengalami rem blong lalu menabrak rumah di Gekbrong.

Jusri Pulubuhu, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), juga mengatakan, penggunaan pada pedal rem truk ( service brake), harus berhati-hati, tidak bisa sembarangan.

“Penggunaan service brake di kendaraan besar seperti truk jangan terlalu sering. Karena beban truk yang besar, ketika menggunakan service brake, suhu pada konstruksi rem menjadi sangat panas dan menyebabkan kehilangan gesekan antara kampas dengan tromol,” ujar Jusri kepada Kompas.com.

Jika konstruksi rem terlalu panas, bisa menyebabkan kualitas perlambatan kendaraan menjadi tidak maksimal, malah meluncur. Oleh karena itu, ada juga tambahan sistem perlambatan lain pada truk seperti exhaust brake dan retarder yang bisa digunakan.

Sistem perlambatan dengan exhaust brake dan retarder bisa membantu mengurangi kerja dari service brake. Sehingga ketika memang dibutuhkan pengereman dengan service brake, kondisinya prima tidak overheat.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X