Alasan Mobil Pribadi dan Angkot Boleh Melintas di Wilayah Jabodetabek

Kompas.com - 25/04/2020, 14:03 WIB
Petugas kepolisian menghalau pengendara motor yang akan masuk ke Jakarta karena tidak mengenakan masker saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di perbatasan Tangerang Selatan dengan DKI Jakarta, Sabtu (11/4/2020). Pada hari kedua pelaksanaan penerapan PSBB masih banyak pengendara yang melanggar aturan dimana masih ada yang tidak mengenakan masker, pembatasan duduk penumpang mobil serta jumlah penumpang mobil yang melebihi aturan. ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBALPetugas kepolisian menghalau pengendara motor yang akan masuk ke Jakarta karena tidak mengenakan masker saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di perbatasan Tangerang Selatan dengan DKI Jakarta, Sabtu (11/4/2020). Pada hari kedua pelaksanaan penerapan PSBB masih banyak pengendara yang melanggar aturan dimana masih ada yang tidak mengenakan masker, pembatasan duduk penumpang mobil serta jumlah penumpang mobil yang melebihi aturan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B Pramesti memastikan kendaraan pribadi dan angkutan umum perkotaan masih bisa melintas antar wilayah Jabodetabek.

Hal tersebut karena Jabodetabek merupakan daerah teraglomerasi secara keseluruhan atas status pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Aturan berkendara tiap wilayahnya pun tidak berbeda jauh.

"Jadi sebagai contoh, pengguna kendaraan pribadi atau angkutan umum perkotaan dari Jakarta bisa melintas ke Bogor, Depok, Tangerang, maupun Bekasi, serta sebaliknya," kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/4/2020).

Baca juga: Kendaraan Pribadi Boleh Melintas Antar Wilayah Jabodetabek, Ini Syaratnya

Kemacetan di pintu masuk Kota Banjarmasin saat PSBB hari pertama diberlakukan, Jumat (24/4/2020).KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWAR Kemacetan di pintu masuk Kota Banjarmasin saat PSBB hari pertama diberlakukan, Jumat (24/4/2020).

Terkait Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 H Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Polana menyatakan itu konteksnya ke luar wilayah Jabodetabek.

"Dalam konteks Jabodetabek, aturan itu mengatur pelarangan kendaraan keluar masuk dari dan ke Jabodetabek berkaitan dengan pergerakan masyarakat pada masa Idul Fitri, yang berlaku mulai 24 April 2020," ujar Polana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengaturan transportasi di dalam wilayah Jabodetabek, lanjut dia, tetap diberlakukan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

"Namun kendaraan umum dan pribadi harus memperhatikan physical distancing terkait pengaturan tempat duduknya (jumlah penumpang 50 persen dari jumlah kapasitas seharusnya)," kata dia.

Baca juga: Kriteria Kendaraan Pemudik yang Bakal Didenda Rp 100 Juta

Kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Pemerintah telah resmi menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta dalam rangka percepatan penanganan COVID-19.ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY Kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Pemerintah telah resmi menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta dalam rangka percepatan penanganan COVID-19.

Secara detail, mobil pribadi dengan dua baris maksimal diisi tiga penumpang dengan posisi satu pengemudi dan dua penumpang belakang.

Sementara mobil tiga baris, batasnya empat penumpang dengan skema satu pengemudi, dua penumpang di baris kedua, dan satu di belakang.

Sedangkan untuk mobil empat baris, maksimal diperbolehkan mengangkut enam orang. Posisinya, satu pengemudi, dua penumpang di baris kedua, dua di baris ketiga, dan dua lagi di baris ke empat.

Untuk kendaraan roda dua, dilarang berboncengan kecuali alamatnya sama. Seluruh pengendara diimbau untuk mengenakan masker.

Perlu dicatat, penggunaan kendaraan pribadi selama masa PSBB hanya boleh untuk memenuhi kegiatan pokok dan aktivitas lain yang dikecualikan.

"Saya memastikan bahwa kendaraan pribadi ataupun angkutan umum perkotaan di Jabodetabek tetap bisa melintas antar wilayah di dalam Jabodetabek. Sebab, Jabodetabek daerah teraglomerasi secara keseluruhan telah berstatus PSBB," ujar Polana.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X