Pandemi Corona Ajang Aji Mumpung Truk ODOL, Ini Tanggapan Kemenhub

Kompas.com - 20/04/2020, 13:02 WIB
Kendaraan berbagai jenis terjebak kemacetan panjang di jalan arteri pengganti Jalan Raya Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (15/03). Jalan alternatif yang diharapkan mampu mengatasi kemacetan di Jalan Raya Porong itu tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang lewat,sehingga justru menimbulkan kemacetan hingga lebih 6 Km. bisnis.comKendaraan berbagai jenis terjebak kemacetan panjang di jalan arteri pengganti Jalan Raya Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (15/03). Jalan alternatif yang diharapkan mampu mengatasi kemacetan di Jalan Raya Porong itu tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang lewat,sehingga justru menimbulkan kemacetan hingga lebih 6 Km.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna mencegah peredaran virus corona ( Covid-19), pemerintah akhirnya menerapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) pada beberapa wilayah yang terdampak.

Dalam penerapannya, ada beberapa regulasi yang dituangkan, demikian juga dalam sektor transportasi yang menyangkut mobil prbadi dan angkutan umum. Namun sayangnya, PSBB tidak mengatur detail untuk truk atau kendaraan logistik.

Seperti diketahui, dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes)Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), tidak ada regulasi yang spesifik mengenai pengaturan truk logistik dan barang yang diperbolehkan untuk beroperasi.

Baca juga: Jurus Sederhana Bikin Maling Malas Mencuri Mobil

Kondisi tersebut berujung terbukanya peluang pemilik barang atau pengusaha truk untuk mengoperasikan kembali truk over dimension dan over loading ( ODOL).

Kendaraan ODOL melinats di jalan Tol Cikampek-PalimananDjoko Setijowarno Kendaraan ODOL melinats di jalan Tol Cikampek-Palimanan

Menanggapi kondisi ini, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) Budi Setiyadi, kembali mengingatkan agar pengusaha dan pemilik barang tahu diri dan tak memanfaatkan keadaan yang bisa menimbulkan risiko.

"Masalah ini memang serius harus ditanggapi, tapi kondisi sekarang semua terfokus pada Covid-19. Kemarin saya sudah sempatkan bicara ke kepolisian untuk sebisa mungkin tidak kendur dalam pengawasan, termasuk sama rekan-rekan yang di lapangan," kata Budi kepada Kompas.com, beberapa hari lalu.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Kunci Setang Skutik ke Kanan Persulit Aksi Maling?

Razia kendaraan over dimension over loading (ODOL).Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Razia kendaraan over dimension over loading (ODOL).

Budi menjelaskan, juga sudah sempat memberikan arahan bagi Kepala Dinas Perhubungan dan menyebar surat edaran ke pemerintah daerah, terutama bagi wilayah yang menerapkan PSBB.

Lebih lanjut Budi meminta semua angutan logistik jenis apapun diperbolehkan melintas dan beroperasi, namun tetap dengan klasifikasi yang sesuai ketentuan tanpa kelebihan muatan atau ODOL.

Baca juga: Aturan Berkendara di Wilayah PSBB, Melanggar Kena Denda Rp 100 Juta

Sementara untuk pengusaha logistik dan pemilik barang, Budi mengingatkan komitmen serta perjanjian untuk tak lagi mengoperasikan truk ODOL.

Razia ODOL di Jagorawi Razia ODOL di Jagorawi

"Buat pengusaha saya ingatkan lagi komitmenya, jangan sampai melanggar dan memanfaatkan kondisi. Perusahannya kan besar-besar, malu kalau sampai tak patuh dan justru memberikan contoh buruk di momen darurat seperti ini," ucap Budi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X