Kompas.com - 17/04/2020, 11:27 WIB
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Umumnya harga sebuah barang ditentukan oleh kondisinya baru atau bekas. Jika anyar, sudah menjadi hal wajar apabila harganya lebih mahal dibandingkan dengan harga bekasnya.

Tetapi, hukum jual beli tersebut tidak sepenuhnya berlaku untuk kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Di pasar mobil bekas (mobkas) misalnya, tidak sedikit mobil lawas yang harganya justru mengalahkan mobil-mobil keluaran terbaru.

Baca juga: Di Tengah Pandemi Corona, MPV Murah Diskon Hingga Rp 30 Juta

Banyak hal yang mempengaruhi mahal atau murahnya harga sebuah mobil bekas, salah satunya adalah sejarah atau kelangkaannya.

Semakin langka sebuah mobil tentunya akan memiliki harga cukup tinggi yang bahkan bisa dibilang tidak masuk akal.

Harga mobil tersebut tidak lagi berpatokan pada pasarannya, tetapi didasarkan kesepakatan antara penjual dan pembeli.

Pemilik showroom mobil lawas Kedai Built Up di Bekasi, Helmie Sarosa mengatakan, banderol mobil lawas di pasaran memang sangat bervariasi, tidak ada patokan yang jelas perihal harganya.

Corolla DX Corolla DX

Baca juga: Saat Pandemi Corona, Uang Rp 70 Juta Bisa Bawa Pulang Xenia 2010

“Makanya saya bilang investasi tidak hanya pada emas. Simpel aja mobil built up (CBU/Completely Built Up), mobil retro tahun 70-an atau 80-an itu akan naik,” katanya kepada Kompas.com belum lama ini.

Helmie menambahkan, tidak semua mobil lawas bisa dijadikan sebagai barang investasi. Hanya mobil dengan kriteria tertentu yang bisa membuatnya memiliki harga hingga ratusan juta rupiah.

Menurutnya, kriteria pertama mobil harus datang langsung dari luar negeri dan bukan yang dijual oleh agen pemegang merek (APM) di Indonesia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.