Industri Otomotif Berharap Pulih Semester II 2020

Kompas.com - 17/04/2020, 08:22 WIB
Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertumbuhan pasar kendaraan bermotor roda empat nasional di kuartal pertama tahun 2020 menunjukkan pelemahan imbas pandemi virus corona alias Covid-19.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan mobil baik secara retail maupun wholesales atau distribusi pabrik ke diler, mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

Selama Januari-Maret 2020, agen pemegang merek (APM) otomotif di dalam negeri menutup penjualan retail sebesar 219.361 unit. Capaian tersebut turun 15,6 persen dari periode sama tahun sebelumnya yakni 259.963 unit.

Baca juga: Penjualan Mobil di Kuartal-I 2020 Tersendat Pandemi, Anjlok 15 Persen

Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.

Sementara dari sisi penjualan pabrik ke diler, terjadi penurunan sebesar 6,9 persen secara tahunan atau year on year (yoy), yakni dari 254.332 unit di 2019 menjadi 236.797 unit.

Dihubungi Kompas.com, Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan bahwa kondisi ini sudah diperkirakan sebelumnya. Bahkan, laju industri otomotif nasional akan terus tersendat paling tidak hingga semester kedua 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita sudah perkirakan bahwa pasar otomotif akan mengalami penurunan hingga 40 persen dari pencapaian tahun 2019. Ini mungkin akan berlanjut hingga beberapa bulan ke depan sampai Juli 2020," katanya, Kamis (16/4/2020).

"Berdasarkan proyeksi saat ini, pasar bisa kembali pulih (recovery) di periode Juni-Juli 2020, semester dua. Maka rasanya menutup 600.000 unit sampai akhir tahun ialah realitsits," lanjut Nangoi.

Baca juga: Bijakkah Membeli Kendaraan di Tengah Pandemi Virus Corona?

Suasana balai lelang mobil bekas Bidwin. Tercatat pertumbuhan penjualan mobil bekas melalui lelang selama 2018Bidwin Suasana balai lelang mobil bekas Bidwin. Tercatat pertumbuhan penjualan mobil bekas melalui lelang selama 2018

Adapun terkait strategi dan upaya menghadapi pemulihan pasar di enam bulan itu, Nangoi masih belum bisa mengatakan pasti. Termasuk untuk penyelenggaraan pameran GIIAS 2020.

"Paling utama adalah bersama-sama ikut mengupayakan penghentian penyebaran Covid-19 dan mengatasinya. Bila semua pihak disiplin mematuhi protokol dan ketentuan yang ada, pandemi ini mungkin bisa diatasi bersama pada Mei atau Juni 2020," kata Sekertaris Jenderal Gaikindo Kukuh Kumara.

Ketika skenario itu bisa terlaksana (pandemi selesai di Mei-Juni 2020), maka daya beli masyarakat akan mengikuti sehingga periode pemulihan bisa cepat.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.