BMW Motorrad Terantuk dan Jatuh karena Pandemi Corona

Kompas.com - 07/04/2020, 09:02 WIB
BMW F 850 GS yang diperkenalkan pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE, BSD City, Tangerang, Kamis (2/8/2018). Kompas.com/Alsadad RudiBMW F 850 GS yang diperkenalkan pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE, BSD City, Tangerang, Kamis (2/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi covid-19 atau virus corona berdampak luas pada segala sektor termasuk penjualan sepeda motor. Salah satunya motor-motor besar yang masuk lewat jalur Completely Build Up (CBU).

CEO PT Maxindo Moto, pemegang merek BMW Motorrad Indonesia, Joe Frans, mengatakan, selama pandemi corona merebak di Indonesia, penjualan motor BMW Motorrad turun drastis.

Baca juga: Motor Konsep Terbaru BMW Motorrad, Concept R 18 /2

"Sangat terpengaruh secara keseluruhan, tapi berapa angkanya saya tidak bisa sebutkan, ada juga yang sudah pesan terjadi pembatalan," kata Joe kepada Kompas.com, belum lama ini.

Selain soal penjualan, BMW Motorrad juga kehilangan momentum meluncurkan dua model baru yang rencananya dilaksakanakan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2020, pada 9-19 April 2020.

BMW Motorrad saat ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (28/4/2017). Ajang pameran otomotif terbesar di Indonesia ini akan berlangsung hingga 7 Mei mendatang.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO BMW Motorrad saat ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (28/4/2017). Ajang pameran otomotif terbesar di Indonesia ini akan berlangsung hingga 7 Mei mendatang.

"Pandemi ini juga membuat pembatalan launching model baru kita, yakni BMW S900R dan S1000XR. Kemungkinan besar bakal kita launching, tapi saat ini belum bikin jadwal karena harus work from home (WFH)," katanya.

Baca juga: BMW R 18 Resmi Meluncur, Cruiser Bernuansa Retro

WFH yang digalakkan pemerintah, mau tak mau juga ikut mempengaruhi sisi operasional perusahaan, sehingga berdampak pada penjualan dan layanan purna jual yang disediakan diler.

Joe mengatakan, ada diler yang tetap buka yaitu diler utama di Cilandak, Jakarta, dari Senin-Jumat. Tapi diler lain seperti di Puri Kembangan, Jakarta Barat, Bali dan Makassar, pakai sistem buka-tutup sesuai perjanjian.

"Diler ada yang buka dan tidak berdasarkan perjanjian, ada yang memang kita buka setiap hari, tapi kita mengurangi jumlah orang. Kita tidak ingin melupakan konsumen, misalkan ada yang janji untuk servis," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X