Social Distancing pada Penumpang Ojol Wajib Utamakan Selamat

Kompas.com - 01/04/2020, 09:42 WIB
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Rabu (11/3/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikan tarif ojek online untuk zona 2 atau wilayah Jabodetabek pada 16 Maret 2020. Kemenhub memutuskan untuk menaikan tarif batas bawah (TBB) ojol sebesar Rp 250 per kilometer (km) menjadi Rp 2.250 per km, dari sebelumnya Rp 2.000 per km. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPengemudi ojek online menunggu penumpang di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Rabu (11/3/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikan tarif ojek online untuk zona 2 atau wilayah Jabodetabek pada 16 Maret 2020. Kemenhub memutuskan untuk menaikan tarif batas bawah (TBB) ojol sebesar Rp 250 per kilometer (km) menjadi Rp 2.250 per km, dari sebelumnya Rp 2.000 per km.

JAKARTA, KOMPAS.com - Virus corona atau Covid-19 yang begitu cepat penyebarannya, membuat banyak pihak lebih berhati-hati saat naik kendaraan umum, tidak terkecuali ojek online ( ojol).

Salah satu pengendara ojol, William Ticoalu, mengatakan, sejak merebaknya virus corona perilaku para penumpang juga ikut berubah.

“Semenjak sosial distancing, ada yang duduknya jauh banget sampai di behel belakang. Ya saya sih mengerti ya, tapi kan bawa motornya jadi tidak enak,” ujar William belum lama ini kepada Kompas.com.

Melihat perilaku tersebut Training Director Safety Defensive Consultant, Sony Susmana, kembali mengingatkan posisi yang aman untuk pembonceng agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat berkendara di jalan raya.

Baca juga: Sabun Bayi Ampuh Tangkal Virus Corona pada Kabin Mobil

“Sebaiknya pengemudi dan pembonceng tidak memberikan jarak yang terlalu jauh, maksimal 10 cm, hal ini bertujuan agar pemboceng mendapatkan posisi yang nyaman saat motor melaju dan memudahkan pengemudi bergerak saat memegang kendali,” ujar Sony kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (04/02/2020)

penumpang ojol tak pakai helmKompas.com/Fathan Radityasani penumpang ojol tak pakai helm

Baca juga: Di Rumah Saja, Bersihkan Jamur Kaca Mobil dengan Soda

Sony menambahkan, “Posisi kaki juga harus rapat kedalam dan menjepit pinggul pengendara dengan kedua lutut pembonceng. Setidaknya lutut bisa dijepit ke pinggul pengemudi agar aman, selain itu posisi tangan pembonceng diletakan pada pahanya sendiri.”

Banyak yang salah pemahaman akan fungsi behel motor sebagai pegangan untuk pembonceng. Padahal hal tersebut bisa berbahaya jika dilakukan baik bagi pengendara maupun pembonceng, karena akan mempengaruhi keseimbangan saat berkendara.

“Fungsi behel motor sebenarnya bukan sebagai pegangan bagi pembonceng, tetapi untuk membantu pengendara saat menuntun jalan kaki, atau memutar ditempat dan mengaktifkan standart tengah,” kata Sony.

Sebaiknya bagi pengemudi atau penumpang lebih menjaga kebersihkan diri, seperti rajin mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, ketimbang harus memberi gap ketika berboncengan, karena hal tersebut bisa menyebabkan pengemudi hilang keseimbangan yang bisa berakibat fatal.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X