JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar mobil bekas (mobkas) terbilang masih cukup seksi di tengah pandemi virus corona atau covid-19. Terlebih untuk mobil-mobil yang berbanderol murah.
Manager Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih menyebut, sejauh ini penjualan mobkas cenderung positif. Diperkirakan, tren ini bisa bertahan hingga jelang hari raya lebaran 2020.
"Keberadaan virus corona di Indonesia yang semakin meluas berdampak sekali pada penjualan mobil bekas, dan ada peningkatan penjualan," katanya saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.
Baca juga: Imbas Virus Corona, Penjualan Mobil Awal 2020 Turun 6 Persen
"Adapun alasannya, salah satunya karena mereka takut tertular. Kalau pakai transportasi umum pasti akan lebih mudah tertular. Maka dari itu mereka lebih memilih kredit mobil dan menggunakan kendaraan pribadinya," ucap Herjanto.
Bila berbicara mobkas murah, banyak ragam yang tersedia di pasaran. Mulai dari berjenis multi purpose vehicle (MPV) atau mobil keluarga 7-penumpang, sport utility vehicle (SUV), sedan, sampai city car atau hatchback.
Begitu pun dengan modelnya, ada yang keluaran tahun 1995, 2000, hingga paling baru seperti Daihatsu Taruna (2004). Namun itu semua tergantung pada kondisi dan kelengkapan surat kendaraan.
Dilansir dari berbagai sumber, mobkas Rp 50 jutaan masih cukup ramai. Walau keluar-masuk unitnya tidak begitu cepat, tetapi bisa jadi pilihan alternatif kala membutuhkan kendaraan murah dengan cepat.
Baca juga: Mengemudikan Nissan GT-R R35 Butuh Kemampuan Khusus
"Namun patut diperhatikan, hal terpenting dalam membeli mobil bekas ialah harus siapkan dana untuk perbaikan. Terlebih bagi yang usianya sudah berumur, pasti banyak yang harus diganti karena odometer umumnya sudah tinggi," kata Herjanto.
Berikut daftar mobkas Rp 50 jutaan di April 2020:
MPV
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.