Imbas Virus Corona, Penjualan Mobil Awal 2020 Turun 6 Persen

Kompas.com - 24/03/2020, 15:41 WIB
Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertumbuhan industri otomotif nasional sepanjang Januari-Februari 2020 mengalami penurunan tajam dampak pandemi virus corona.

Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) yang diterima Kompas.com, penjualan secara retail sales pada periode tersebut mencapai 158.898 unit.

Dibandingkan dengan pencapaian Januari-Februari 2019 yang berhasil mencetak angka 169.374 unit, maka terdapat penurunan performa hingga 6,2 persen atau selisih 10.476 unit.

Baca juga: Penjualan Mobil Bekas Naik, Pakai Kendaraan Pribadi buat Cegah Corona

Ilustrasi penjualan mobil. ISTIMEWA Ilustrasi penjualan mobil.

Sementara dari sisi penjualan pabrik ke diler atau wholesales, selama Januari-Februari 2020 agen pemegang merek otomotif Indonesia mampu mencetak angka 159.997 unit.

Padahal pada periode sama tahun sebelumnya industri otomotif mampu mencapai 164.542 unit. Oleh karenanya, ada penurunan sebesar 2,8 persen.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin Putu Juli Ardika, mengatakan, pelemahan ini terjadi karena selama awal tahun ada berbagai peristiwa yang tak diharapkan.

Antara lain adalah banjir, penurunan harga logistik, perang dagang, hingga wabah virus corona.

Baca juga: Penjualan Mobil Turun, Kemenperin Singgung Dampak Virus Corona

Ilustrasi pameran otomotif MIAS www.topgear.com.ph Ilustrasi pameran otomotif MIAS

"Secara langsung dampaknya itu memang tak terlalu signifikan, tapi berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Apalagi saat ini virus corona masih mewabah," katanya kepada Kompas.com belum lama ini.

Putu berharap keadaan ini terus membaik khususnya terkait ancaman virus corona. Sebab, jika tetap berlanjut hingga periode hari raya lebaran maka pertumbuhan industri bisa semakin terhambat.

"Semoga saja tidak berkepanjangan, pemerintah juga sudah punya berbagai instrumen untuk merangsang pertumbuhan dan menjaga produktivitas tetap optimal," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X