Siapa yang Harus Mengalah Saat di Jalan, Pemotor atau Pengemudi Mobil?

Kompas.com - 05/04/2020, 09:02 WIB
Kemacetan yang disebabkan oleh lubang galian di Jalan Gatot Subroto, Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Selasa (4/3/2020). Akibat adanya galian tersebut, penyempitan jalur dari dua lajur menjadi satu lajur. KOMPAS.com/M LUKMAN PABRIYANTOKemacetan yang disebabkan oleh lubang galian di Jalan Gatot Subroto, Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Selasa (4/3/2020). Akibat adanya galian tersebut, penyempitan jalur dari dua lajur menjadi satu lajur.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemandangan yang sering dilihat, yaitu pengemudi mobil dan pemotor terlibat konflik di jalan raya. Biasanya hal ini disebabkan hanya karena tidak ada yang mau mengalah sehingga saling serobot.

Tidak hanya berakibat cekcok di jalan, beberapa kasus bahkan berujung baku hantam. Lantas, untuk menanggapi hal ini Training Director Safety Defensive Consultant, Sony Susmana, mengatakan, ada beberapa yang harus dipahami bagi pemotor maupun pengendara mobil.

“Di jalan raya semua ego dan emosi pengguna jalan pasti akan menjadi satu. Jika sudah terjadi konflik, sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin dan kekeluargaan. Jangan ragu untuk meminta maaf sekalipun tidak sengaja,” ujar Sony saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (4/4/2020).

Baca juga: Mengemudikan Nissan GT-R R35 Butuh Kemampuan Khusus

Ilustrasi berkendara.Thinkstock Ilustrasi berkendara.

Sony melanjutkan, untuk menghindari konflik sebaiknya pengguna jalan memperhatikan cara mengemudi dengan mengedepankan etika. Saling menghargai dan memberi pengertian.

Baca juga: Nissan GT-R Kecelakaan di Tol Jagorawi, Jalan Lengang Jangan Ngebut

“Sebaiknya ketika berada di jalan, pengemudi mobil prioritaskan pemotor, karena mengendarai motor itu lebih berat risikonya terutama dalam menjaga keseimbangan," kata dia.

Berbeda dengan kendaraan roda empat yang lebih besar, lanjut Sony lebih nyaman dan ber-AC. Tidak kehujanan dan terkena debu, jadi alangkah bijaksana kalau pengemudi mobil memberi jalan kepada pemotor terlebih dahulu.

Meskipun hal ini tidak ada aturannya dalam Undang-Undang, Sony mengatakan sebaiknya pengguna jalan baik pemotor maupun pengemudi mobil selalu berpikir positif dan mengalah, karena merupakan salah satu kunci keselamatan.

“Untuk pemotor sebaiknya selalu berkendara dilajur kiri dan jangan melakukan manuver yang agresif. Selain itu, baik pemotor maupun pengendara mobil sebaiknya hindari provokasi dan mengemudilah dengan cara defensive. Usahakan untuk jaga jarak, mengatur kecepatan. Dan ketika sudah terjadi konflik di jalan jangan segan untuk minta maaf dengan cara mengangkat tangan,” ujar Sony.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X