[POPULER OTOMOTIF] Polisi Simulasi Karantina Wilayah | Pemprov DKI Kaji Larangan Kendaraan Pribadi

Kompas.com - 31/03/2020, 06:02 WIB
Gerbang Tol Karang Tengah, Senin (10/4/2017). Arimbi Ramadhiani/Kompas.comGerbang Tol Karang Tengah, Senin (10/4/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah wilayah sudah mulai melakukan simulasi karantina, untuk mengurangi pencemaran virus Covid-19 atau Corona. Polisi dan instansi terkait lainnya akan membatasi akses kelur dan masuk kendaraan.

Selain itu, yang tidak kalah menariknya lagi Pemprov DKI Jakarta juga mulai mengkaji larangan kendaraan pribadi.

Baca juga: Antisipasi Karantina Wilayah, Polda Metro Jaya Lakukan Simulasi Lalin Lewat Pemetaan

Penasaran seperti apa, berikut ini lima berita terpopuler di kanal otomotif pada Senin 30 Maret 2020:

Petugas dari Polrestabes Medan, Dinas Perhubungan Kota Medan menyusun water barrier di ruas Jalan Djamin Ginting - Dr. Mansyur pada Sabtu (28/3/2020) pagi tadi. Sebanyak 12 ruas jalan di Kota Medan ditutup untuk membatasi mobilisasi masyarakat ke dalam kota dan mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19. Kemungkinan besar akan ada penambahan ruas jalan yang akan ditutup.Istimewa Petugas dari Polrestabes Medan, Dinas Perhubungan Kota Medan menyusun water barrier di ruas Jalan Djamin Ginting - Dr. Mansyur pada Sabtu (28/3/2020) pagi tadi. Sebanyak 12 ruas jalan di Kota Medan ditutup untuk membatasi mobilisasi masyarakat ke dalam kota dan mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19. Kemungkinan besar akan ada penambahan ruas jalan yang akan ditutup.

1. Polisi Simulasi Karantina Wilayah, Tutup Akses Jalan Keluar Masuk Jakarta

Polda Metro Jaya bakal menggelar simulasi mengenai karantina wilayah di DKI Jakarta. Hal ini tertuang dalam surat telegram nomor STR/414/III/OPS.2./2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu poinnya adalah berisi mengenai penutupan jalan atau jalur tol yang keluar atau masuk ke Jakarta.

Serta penutupan di titik desa, kampung, jalan kecil yang digunakan sebagai akses keluar masuk ke Jakarta.

Ketika mengkonfirmasikan hal ini, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, membenarkan hal itu. Namun dia menegaskan bila kegiatannya hanya berupa simulasi.

Baca juga: Polisi Simulasi Karantina Wilayah, Tutup Akses Jalan Keluar Masuk Jakarta

Kendaraan water canon digunakan untuk menyemprot disinfektan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2020).KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN Kendaraan water canon digunakan untuk menyemprot disinfektan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2020).

2. Ada Bahaya Cairan Disinfektan pada Kendaraan Bermotor

Untuk menekan penyebaran virus corona atau covid-19, berbagai upaya dilakukan, salah satunya dengan penyemprotan cairan disinfektan di fasilitas umum. Selain itu, penyemprotan juga dilakukan oleh sebagian warga, bahkan sampai di komplek perumahan pada berbagai wilayah Ibu Kota.

Penyemprotan cairan disinfektan dilakukan juga pada beberapa kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil. Sebab, menurut penelitian, virus Corona bisa bertahan hidup di benda mati selama beberapa jam.

Penyemprotan ini dilakukan dengan berbagai cara, seperti di Jawa Tengah, penyemprotan cairan disinfektan di lakukan menggunakan kendaran water canon Brimob.

Sementara untuk di Ibukota Jakarta, penyemprotan cairan disinfektan dilakukan mengunakan drone dan spray darat yang dilaksanakan oleh personel gabungan Pemprov DKI Jakarta.

Selain itu, para pemilik kendaraan juga mulai banyak yang melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada interior mobil demi mencegah penyebaran virus covid-19.

Baca juga: Ada Bahaya Cairan Disinfektan pada Kendaraan Bermotor

3. Viral Video Penutupan Tol Jakarta Tangerang, Ini Penjelasan Jasa Marga

Selain hoaks adanya penutupan beberapa ruas tol arah Jakarta, Minggu (29/3/2020), masyarakat juga dibingungkan mengenai foto dan video viral soal penutupan akses tol, baik untuk menuju maupun keluar Jakarta.

Baca juga: Kemenhub Cabut Larangan Operasi Bus AKAP di Jakarta

Diketahui, penutupan berlangsung di wilayah Gerbang Tol Karang Tengah Barat. Kabar tersebut pun menimbulkan persepsi di masyarakat bahwa Jakarta akan melakukan lockdown imbas meluasnya peredaran virus corona (Covid-19).

Terlebih lagi, sebelumnya ditambah adanya surat telegram kepolisian yang menyebutkan bakal melakukan simulasi terkait karantina wilayah dengan menutup beberapa akses keluar masuk Jakarta.

Baca juga: Viral Video Penutupan Tol Jakarta Tangerang, Ini Penjelasan Jasa Marga

Kendaraan bermotor melambat akibat terjebak kemacetan di jalan Jenderal Sudriman, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperluas sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap. Sosialisasi perluasan ganjil genap dimulai dari 7 Agustus hingga 8 September 2019. Kemudian, uji coba di ruas jalan tambahan dimulai pada 12 Agustus sampai 6 September 2019.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Kendaraan bermotor melambat akibat terjebak kemacetan di jalan Jenderal Sudriman, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperluas sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap. Sosialisasi perluasan ganjil genap dimulai dari 7 Agustus hingga 8 September 2019. Kemudian, uji coba di ruas jalan tambahan dimulai pada 12 Agustus sampai 6 September 2019.

4. Karantina Wilayah, Pemprov DKI Kaji Larangan Kendaraan Pribadi

Selain kepolisian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) juga tengah melakukan kajian soal karantina wilayah sebagai antisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, kondisi tersebut memang sudah dibicarakan oleh beberapa pihak, termasuk dengan kepolisian.

"Kita sudah bicarakan, tapi sifatnya masih kajian. Jadi semua skenario kita coba susun dan kita sama-sama melakukan kajian sebagai persiapan bila nantinya pemerintah pusat menerapkan karantina wilayah," kata Syafrin saat dihubungi Kompas.com, Minggu (29/3/2020).

Baca juga: Karantina Wilayah, Pemprov DKI Kaji Larangan Kendaraan Pribadi

Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Senin (18/6/2018)Stanly Ravel Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Senin (18/6/2018)

5. Cegah Perluasan Corona, Bus AKAP Terancam Setop Beroperasi

Meluasnya penyebaran virus corona (Covid1-9) di daerah, salah satunya disinyalir akibat adanya beberapa masyarakat yang sudah curi start untuk mudik atau pulang kampung.
Kondisi ini memberikan kekhawatiran tersendiri dan membuat Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) menyiapkan ragam skenario. Salah satunya, melarang perjalanan bus antar kota antar provinsi ( AKAP).

Artinya, bus AKAP akan dilarang beroperasi dari dan ke Jabodetabek. Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani mengatakan, sampai saat ini kondisi itu masih dibicarakan sambil menunggu hasil rapat terbatas.

Baca juga: Cegah Perluasan Corona, Bus AKAP Terancam Setop Beroperasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.