Cegah Perluasan Corona, Bus AKAP Terancam Setop Beroperasi

Kompas.com - 30/03/2020, 13:19 WIB
Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Senin (18/6/2018) Stanly RavelTerminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Senin (18/6/2018)
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Meluasnya penyebaran virus corona (Covid1-9) di daerah, salah satunya disinyalir akibat adanya beberapa masyarakat yang sudah curi start untuk mudik atau pulang kampung.

Kondisi ini memberikan kekhawatiran tersendiri dan membuat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan ragam skenario. Salah satunya, melarang perjalanan bus antar kota antar provinsi (AKAP).

Artinya, bus AKAP akan dilarang beroperasi dari dan ke Jabodetabek. Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani mengatakan, sampai saat ini kondisi itu masih dibicarakan sambil menunggu hasil rapat terbatas.

Baca juga: Viral Video Penutupan Tol Jakarta Tangerang, Ini Penjelasan Jasa Marga

"Salah satu skenarionya seperti itu, karena memang bila ditetapkan karantina wilayah artinya tidak bisa masuk dan keluar dari Jabodetabek, tapi masih menunggu hasil ratas seperti apa, kabarnya sore ini kalau tidak salah ada ratas," kata Yani ketika dihubungi Kompas.com, Senin (30/3/2020).

bus akapKompas.com/Fathan Radityasani bus akap

Namun demikian, Yani menjelaskan bila ternyata karantina wilayah dilakukan, bukan hanya bus AKAP saja yang akan dilarang beroperasi, namun juga moda transportasi lainnya akan terdampak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara untuk skenario di dalam kota atau wilayah yang dikarantina, kemungkinan besar transportasi umum masih beroperasi tapi dengan jumlah yang terbatas. Untuk kendaraan pribadi sendiri apakah boleh atau tidak belum dipastikan juga saat ini.

Baca juga: Toyota Starlet Mau Hidup Lagi?

"Yang jelas kendaraan yang bawa logistik apalagi sembako itu jadi prioritas, tapi balik lagi ini nanti seperti apa keputusannya," ujar Yani.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno melepas secara simbolis keberangkatan pemudik dalam Program Mudik Bareng BUMN 2019 di kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (30/5/2019).KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno melepas secara simbolis keberangkatan pemudik dalam Program Mudik Bareng BUMN 2019 di kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (30/5/2019).

"Untuk skema larangan bus AKAP beroperasi sementara memang otomatis akan dilakukan bila ada karantina wilayah, karena tujuannya untuk menekan penularan, jadi tidak ada keluar masuk di wilayah Jakarta atau Jabodetabek nanti," kata dia.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya juga sudah meminta adanya langkah tegas untuk mencegah masyarakat di Jabodetabek yang telah terpapar Covid-19 tidak balik ke kampung halaman.

Bahkah Jokowi mengatakan selama 8 hari terakhir, ada 876 armada AKAP yang membawa kurang lebih 14.000 penumpang dari Jabodetabek ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta.

"Demi keselamatan bersama saya juga minta dilakukan langkah-langkah yang lebih tegas untuk mencegah terjadinya pergerakkan orang ke daerah," kata Jokowi saat rapat terbatas lewat video conference dari Istana Bogor, yang disitat dari NasionalKompas, Senin (30/3/2020).



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.