Waspada Penyebab Ban Mobil Benjol

Kompas.com - 26/03/2020, 10:22 WIB
Ilustrasi ban benjol davinadiaries.comIlustrasi ban benjol

JAKARTA, KOMPAS.com - Ban merupakan salah komponen yang penting pada kendaraan. Ibarat kaki pada manusia, jika rusak pasti tidak akan bisa berjalan dengan baik.

Ubahan pada ban mobil bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Namun, pada umumnya karena kelalaian dari pemilik kendaraan dalam mengontrol tekanan angin di dalam ban.

Maka dari itu, sebaiknya pemilik mobil sering mengecek kondisi ban, apakah masih dalam keadaan normal atau sudah harus diganti.

Baca juga: Kenali Perbedaan Ban Radial dan Ban Bias

“Ban kempes yang dipaksa jalan akan rusak dan bisa menimbulkan benjol di tapak ban. Apalagi saat mobil menghantam benda keras seperti batu, trotoar atau lubang,” ujar Kepala Bengkel Warna-Warni Ban, Jalan Panjang, Wilman Ramo saat dihubungi Kompas.com, Rabu (25/03/2020).

Perhatikan isi garasi, khususnya mobil Anda. Periksa tekanan udara ban mobil Anda dan sesuaikan dengan ketentuan yang biasa diletakkan di pintu mobil. Ban dengan isi yang ideal mampu menghemat penggunaan bahan bakar.huffingtonpost.com Perhatikan isi garasi, khususnya mobil Anda. Periksa tekanan udara ban mobil Anda dan sesuaikan dengan ketentuan yang biasa diletakkan di pintu mobil. Ban dengan isi yang ideal mampu menghemat penggunaan bahan bakar.

Baca juga: Kenapa Ban Cadangan Ukurannya Lebih Kecil?

Sedangkan benjol pada dinding ban bisa disebabkan karena benang di samping ban ada yang putus. Kondisi ini terjadi lantaran kurangnya penahan dari sisi kiri maupun kanan, sehingga mengakibatkan tapak ban tidak bisa menapak dengan baik.

Bisa juga disebabkan karena bagian benang yang renggang pada dinding ban.

Wilman mengatakan, untuk kondisi ban yang benjol sebaiknya segera diganti karena bisa berbahaya bagi si pengemudi.

Ban mobil yang sudah benjol itu tidak bisa kembali normal atau diperbaiki, harus diganti dengan ban yang baru karena tidak aman lagi untuk digunakan,” ujar Wilman.

Wilman menambahkan, “Intinya semua kendaraan harus rutin mengecek tekanan angin pada ban yang sesuai dengan rekomendasi pabrik secara secara berkala, selain itu juga harus rutin melakukan spooring, balancing, tune-up agar saat jadi kerusakan tidak terlalu parah,” kata Wilman.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X